Siklus Batuan

The Rock Cycle

Siklus batuan adalah satu set proses dimana material bumi berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya dan terjadi akibat interaksi antara lempengan tektonik dan siklus hidrologi (Egger 2005). Siklus ini berlangsung hingga ribuan tahun sehingga tidak jelas kapan awalnya maupun akhirnya.

Ada tiga jenis batuan di bumi, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiganya bisa berubah bentuk dari bentuk yang satu ke bentuk yang lainnya. Semuanya mengalami pelapukan dan erosi menjadi bentuk-bentuk yang lebih kecil lagi dan bisa menjadi batuan sedimen ataupun dapat meleleh menjadi magma kemudian membeku lagi.

Magma membentuk di dalam bumi, diantara batas lempengan. Magma akan membeku/ mengkristal saat mendingin di permukaan bumi dan akan terbentuk basalt di sisi gunung berapi. Bentuk batuan yang mengkristal ini disebut batuan beku (igneous rocks); batuan beku intrusif (intrusive igneous rocks) jika mendingin dibawah permukaan (seperti gabbro), batuan beku ekstrusif (extrusive igneous rocks) jika mendingin di atas pemukaan (seperti basalt).
Batuan basalt yang berada di atas pemukaan akan terkena atmosfer dan cuaca, sementara gabbro harus diangkat ke atas atau mengyingkirkan material yang ada diatasnya melalui erosi agar terkena atmosfer dan cuaca, lalu akan terjadi proses weathering. Reaksi fisika dan kimia terjadi akibat interaksi dengan udara, air, dan organisme biologi yang menyebabkan batuan melapuk. Sekali batuan melapuk, angin, aliran air, dan gletser membawa serpihan batuan melalui erosi dan sedimennya dibawa oleh sungai dan tersimpan serta terkubur secara kontinu di delta dan floodplains.

Siklus Batuan dengan menggunakan Software Stella

terjadi penekanan berasal dari berat deposit yang baru memadatkan yang lebih lama sehingga sedimen terkubur. Air bumi yang mengalir melewati sedimen ini, mineral seperti kalsit dan silika mengendap dan menyelubungi butiran sedimen. Endapan mengisi ruang antara butiran sedimen dan betindak sebagai semen, menempelkan setiap butir menjadi satu. Pemadatan dan penyatuan sedimen membentuk batuan sedimen, seperti batu pasir (sandstone).
Jika batuan sedimen atau batuan intrusive igneous tidak naik ke atas permukaan melalui pengangkatan (uplift) dan erosi material di atasnya, mereka akan akan terkubur lebih dalam dan akan terkena suhu dan tekanan yang tinggi yang akan mengakibatkan perubahan pada batuan. Batuan yang berubah dibawah permukaan karena terkena panas, tekanan, dan cairan panas disebut batuan metamorf (metamorphic rocks). Perubahan dengan menyusun kembali semua elemen mineral yang ditemukan di batuan, agar menghasilkan susunan mineral yang baru yang mendekati keseimbangan dengan suhu dan tekanan yang meninggi. Contoh batuan metamorf adalah kwarsit (quartzite) yang memiliki tekstur yang sangat keras da sulit untuk dipecahkan.

3 pemikiran pada “Siklus Batuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s