Moto GP 2011 “Pertengahan Tahun”

Casey stoner
Sejauh ini, Casey Stoner adalah rider yang paling banyak menjuarai seri Moto GP, tak kurang dari lima kali dari sepuluh seri yang telah berlangsung telah ia juarai serta menjadi pole sitter sebanyak enam kali. Ia hanya sekali tidak dapat menyelasaikan balapan pada saat di Jerez, Spanyol. Kecelakaan balapan tersebut pun terjadi kontroversi. Pada saat itu, Valentino yang juga terjatuh dari Desmosedici 11 nya ikut menyeret Casey yang berada di sampingnya ditambah para Marshall yang lebih mementingkan Rossi pun membuat Stoner gusar. Tak hanya itu, setelah balapan Rossi yang merasa bersalah atas kejadian tersebut pun mengunjungi paddock Stoner untuk meminta maaf seusai balapan. Casey hanya menanggapi dengan senyum dan berkata kepada Valentino bahwa “Bakatmu melebihi ambisimu”. Di luar semua kontroversi yang telah ia buat, Casey Stoner merupakan kandidat utama juara dunia Moto GP 2011.

Jorge Lorezo
Juara dunia tahun lalu ini pun mempunyai ambisi yang sama dengan pembalap yang lain untuk mendapatkan gelar juara dunia. Sejauh ini, Lorenzo telah mengantongi dua juara seri dan dua kali berada di pole position. Kecelakaan pun tak luput dari Lorenzo, ia telah dua kali tidak dapat melanjutkan balapan akibat terjatuh. Lorenzo pun kerap beradu argumen sengan Simoncelli atas gaya balapnya yang ekstrem, salah satunya telah mengakibatkan dirinya terjatuh dan tak dapat melanjutkan balapan. Sekarang Jorge berada di posisi kedua kelasemen dan hanya terpaut 20 poin dari sang pemimpin poin, Stoner.

Andrea Dovizioso
Pembalap asal Italia ini berada di posisi ketiga kelasemen, sebanyak empat kali ia menempati podium, tiga kali di posisi kedua dan sekali di posisi ketiga. Penampilannya yang konstan mempuat ia patut diperhitungkan di satiap balapan berlangsung. Nomor motornya yang selalu diidentikkan dengan selalu finis ke-empat mampu ia buktikan bahwa ia pun mampu merebut podium dalam beberapa balapan yang telah berlangsung. Meskipun beberapa kali ia pernah mengalami kesialan tapi ia mampu menyeimbangkannya dengan hasil baik yang ia torehkan di satiap race. Di posisi ketiga kelasemen ini, tidak menutup kemungkinan bahwa Andrea dapat merebut gelar juara dunia.

Dani Pedrosa
Setelah kecelakaan yang ia alami sebelum musim 2011 ini dimulai, ia pun telah siap untuk menunggang kuda besinya di sirkuit Losail, Qatar. Fisik danmental pun telah ia persiapkan, meskipun sedikit ragu dengan kondisinya, tapi ia mampu membuktikan bahwa ia dapat naik podium. Penampilan yang baik pun ia tunjukkan pada seri berikutnya di negara asalnya sendiri dengan menyabet posisi kedua. Puncaknya di Estoril, Portugal Dani membuktikan bahwa ia berada pada kondisi terbaiknya setelah kecelakaan yang telah ia alami. Namun, kecelakaan yang naas pun terjadi pada seri berikutnya di sirkuit LeMans, Perancis, akibat manuver ekstreme yang dilakukan oleh Simoncelli. kejadianmembuat menejer Pedrosa, Alberto Puig marah. Hasilnya, Dani tak mampu balapan di empat seri berikutnya. Dalam kondisinya yang masih dalam penyembuhan, Pedrosa mampu finis ke delapan di Mugello, Italia dan hasil yang mencengangkan di seri selanjutnya yaitu di Sachsenring, Jerman dengan merebut puncak podium. Hal ini membuktikan bahwa Pedrosa patut diperhitungkan walaupun kondisinya masih dalam penyembuhan. Pedrosa juga mendapatkan hasil yang lumayan di Laguna Seca dan berhasil naik podium diposisi ketiga. Meskipun kondisinya tidak mencapai 100% tapi Pedrosa mampu membuktikan bahwa ia berkeinginan besar untuk merebut posisi pertama di setiap balapan dan dapat memimpin pengumpulan poin terbanyak.

Maco Simoncelli
Mungkin Simoncelli pantas mendapat gelar pembalap hebat yang selalu terjatuh. Malangnya nasib Marco mungkin karena gaya balapnya yang ektrem membahayakan pembalap lain. Ia selalu ditimpa kesialan dengan terlalu seringnya ia terjatuh. Ia selalu menganggap cemoohan orang sebagai angin lalu, dan tetap mempertahankan gaya balapnya yang agresif. Tak dapat dipungkiri bahwa Simoncelli mampu bersaing dengan pembalap kelas atas seperti Stoner, Lorenzo, Pedrosa, dan Rossi, hanya saja dewi fortuna selalu menjauh darinya.

Valentino Rossi
Pembalap yang luar biasa ini mungkin belum menunjukkan giginya. Dari sepuluh seri yang telah berlangsung, hasil terbaiknya hanya ditorehkannya di LeMans dengan menyelesaikan balapan di posisi ketiga. Tahun pertamanya di Ducati belum mampu ia buktikan kepada dunia bahwa Desmosedici yang liar pun mampu ia taklukkan. Kecelakaan yang ia dapatkan di pra musim bisa dijadikan alasan kenapa ia belum menjuarai salah satu seri di musim ini. Dan mungkin saja perlu adaptasi dengan motor Ducati nya. Walaupun belum menorehkan hasil maksimal, tapi para fans nya tak sedikit pun berkurang di setiap balapan berlangsung. Ia termasuk pembalap yang memiliki fans terbanyak di setiap serinya di seluruh dunia. Pendukung-pendukungnya pun menanti aksi luar biasa yang biasa dipertunjukkan oleh Rossi.

Ben Spies
Pembalap asal Amerika ini pun tak mau di anggap enteng. Setelah pindah dari tim satelit ke tim pabrikan Yamaha, ia mampu membuktikan bahwa ia bisa ditandingi dengan rekan se-tim nya, Lorenzo. Spies pernah menjuarai balapan di Assen, Belanda disaat Yamaha manaruh harapan besar pada Ben setelah Lorenzo terjatuh di lap awal, untuk perayaah 50 tahun Yamaha berada di pergelaran balapan bergengsi Moto GP. Juara dunia Super Bike ini pun mampu berkompetisi dengan pembalap lain dan ia patut diperhitungkan dalam ajang ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s