Bagaimana Cara Membaca Cepat?

Buku yang tebal sangat menyusahkan kita dalam memahami isinya. Perlu waktu yang cukup lama dan kebosanan yang dengan mudah menyerang. Bila buku yang akan kita baca adalah buku yang kita nanti-nantikan seperti menunggu seri terakhir Harry Potter adaupun buku ke empat tetralogi Twilight, hal tersebut tidak menjadi masalah yang berarti. Tetapi apabila buku tersebut merupakan buku wajib sekolah atau bahan kuliah yang wajib dibaca, ditambah lagi buku yang tebalnya menyerupai kamus, wah, pasti sudah tidak terbayangkan lagi oleh kita apakah dapat dipahami dengan mudah atau tidak dapat dipahami sama sekali. Apalagi kalau waktunya yang mepet (besok ada kuis atau ujian) baca buku yang banyak itu rasanya mustahil untuk masuk ke otak. Kalaupun sudah dibaca sebelumnya, biasanya akan lupa seiring bertambahnya waktu. Kendala-kendala yang dihadapi pun banyak sekali apalagi jika kecepatan membaca kita yang minim.
Pertama, yang harus kita perkatikan adalah buku apa yang kita cari, apakah buku tentang alam, sosial, psikologi, ekonomi, atau tentang bisnis. Hal tersebut harus kita ketahui karena ini merupakan tujuan kita membaca. Jangan sampai kita sendiri tidak tahu buku macam apa yang kita inginkan atau yang kita perlukan. Tujuan tersebut dapat dijadikan sebagai passion atau hasrat kita dalam membaca buku yang nanti kita pilih. Jika tidak ada hasrat, bisa-bisa kita berhenti setengah jalan karena sudah merasa bosan.
Langkah yang harus diambil setelah menentukan kategori apa yang kita perlukan adalah saatnya memilih buku. Saat kita pergi ke toko buku, akan banyak sekali judul buku yang ditawarkan untuk satu kategori buku. Jika judul dan pengarang sudah ditentukan, maka bukan masalah, tetapi jika kita harus memilih diantara buku-buku dengan kategori yang sama tetapi judul dan pengarangnya berbeda, apa yang harus kita lakukan?. Pilihlah buku dengan judul yang menarik hati kita. Judul merupakan kata atau kata-kata yang paling menggambarkan isi buku. Jadi, ketika judulnya saja menarik, kemungkinan besar, isinya pun akan menarik hati kita.
Setelah memilih buku dengan judul yang menarik, lihatlah sampul belakang dari buku tersebut, karena terdapat sinopsis dari isi buku yang kita pilih. Kebanyakan, isi dari sinopsis tersebut berisi ajakan untuk membeli buku atau kata kata yang menarik hati. Tetapi kita tetap perlu membaca tulisan sampul belakang, setidaknya kita tahu apa saja yang menarik. Selain sinopsis, dewasa ini semakin banyak buku-buku yang menyisipkan tentang pendapat tokoh terkenal maupun media yang meresensinya, yang dinamakan endorsement. Kita pun harus hati-hati apakah sifat dari endorsement tersebut obyektif atau subyektif.
Kemudian lihat daftar isi dan kata pengantar. Daftar isi mencakup sub-pokok dari buku tersebut, sehingga kita akan mengetahui gambaran tentang isi buku. Selain itu, kita perlu membaca kata pengantar. Pada bagian kata pengantar, kita dapat mengetahui isi keseluruhan buku yang telah digambarkan oleh pengarang atau seseorang yang diajukan pengarang untuk mengisi kata pengantar.
Kadang, dengan kegiatan keseharian kita yang padat, membaca buku menjadi sangat sulit karena tidak ada waktu yang terluangkan untuk membaca. Apalagi kalau buku yang harus dibaca sangat tebal. Yang pertama harus dilakukan adalah membaca paragraf awal dari bacaan tersebut. Cara ini bisa dilakukan untuk surat kabar agar anda dapat menghemat waktu kita saat membacanya. Selain itu, kita dapat membaca kalimat awal atau akhir dari paragraf. Kita bisa lakukan hal ini untuk jenis bacaan majalah, artikel, jurnal, makalah, dan yang lainnya. Biasanya pengarang menaruh ide utamanya di awal atau akhir kalimat. Yang terakhir adalah membaca ringkasan dari bacaan tersebut jika tersedia. Beberapa pengarang menyisipkan ringkasan dari buku untuk mempermudah pembaca. Biasanya ringkasan terdapat di modul, buku pelajaran, jurnal dan lain-lain.
Meskipun kita telah membaca buku tersebut, suatu saat ketika diperlukan kita harus membaca ulang untuk menyegarkan kembali ingatan kita. Hal yang harus diperhatikan adalah ketika kita baru saja selesai membaca buku, kita dapat mencatat hal-hal yang sekiranya penting dan dibutuhkan suatu saat nanti. Catatan ini dapat berbentuk mind mapping. Mind mapping merupakan salah satu metode mencatat dari quantum learning. Dengan peta pemikiran ini kita dapat menyisipkan gambar-gambar dan warna-warna yang akan mempermudah kita untuk mengingat. Hal lain yang dapat dilakukan adalah setelah kita membaca buku, buatlah ringkasan dari buku tersebut dengan gaya tulis kita. Catatan yang telah kita buat dapat dibuka kembali dan kita dapat mengingatnya kembali.
Seringkali dalam membaca kita menemukan kendala seperti kehilangan konsentrasi, merasa pusing, bosan, membaca kurang cepat, dan lain-lain. Sebelum membaca, pastikan kita siap menerima informasi baru yang akan kita dapat dari membaca. Pusatkan konsentrasi kita pada isi dari tulisan, jangan membangkitkan masalah kita kedalam pikiran saat membaca. Kita bisa menenangkan pikiran dahulu lalu mulai membaca. Kemudian jarak pandang kita saat membaca yang mengganggu mata dan kecepatan membaca. Jangkauan mata kita akan semakin kecil dengan berkurangnya jarak antara buku dan mata kita. Mata kita pun akan lelah dan merasa pusing serta gerakan mulut akan memperlambat kecepatan membaca. Paksakan agar mulut tetap diam, tidak mengeluarkan suara dan tidak bergerak.
Apa sih pentingnya membaca?. Jika kita lihat, minat baca orang Indonesia itu sangatlah rendah. Padahal membaca itu sangat penting untuk menambah pengetahuan. Dulu, hal yang paling saya benci adalah membaca, karena membaca merupakan pekerjaan yang melelahkan dan kadang-kadang membuat kita mengantuk. Tapi, beberapa tahun yang lalu saya berpikir bahwa apa salahnya jika saya memulai hal yang baik tapi yang saya benci. Saya memulainya dengan membaca surat kabar, meskipun banyak hal yang tidak saya mengerti (karena kurang baca jadi tidak mengerti), tetapi lama-kelamaan saya jadi menyukainya. Saya mulai meminjam buku keperpustakaan, meskipun buku yang dipinjam adalah jenis novel, tapi itu bukan masalah untuk membangun minat baca saya. Toh dalam novel pun terdapat banyak informasi dan ilmu yang berguna. Saya sedikit demi sedikit mulai merasakan manfaat dari membaca. Kita harus memaksakan penghalang kita dalam membaca. Bahkan hal pertama yang diperintahkan Allah adalah menyuruh kita untuk membaca (Al Alaq (96):1-3).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s