Totto-Chan : The Little Girl at The Window

Cerita ini berasal dari kehidupan nyata si pengarang buku Tetsuko Kuroyanagi. Totto-chan (nama panggilan waktu kecil) merupakan anak yang selalu ingin tahu. Keingintahuannya yang sangat besar membuat dirinya harus dikeluarkan dari sekolah pertamanya. Hanya beberapa minggu saja bertahan di sekolah dasar pertamanya itu, guru kelasnya sudah tidak tahan menghadapi Totto-chan. Mama Totto-chan sengaja tidak memberi tahu Totto-chan bahwa ia telah dikeluarkan dari sekolahnya, ia hanya bilang “kita akan pergi ke sekolah baru”.

Cover Novel Totto-chan

Setibanya disekolah yang baru, Totto –chan langsung jatuh cinta pada sekolah tersebut. gerbangnya terbuat dari tanaman yang tumbuh dan ada plang nama sekolanya yaitu TOMOE GAKUEN. Setelah masuk ke gerbang sekolah barunya, ia lebih terkesima lagi karena kelasnya berupa kerbong kereta. Totto-chan semakin tidak sabar untuk bersekolah disana. Saat bertemu kepala sekolahnya pun ia langsung percaya padanya. Setidakknya kepala sekolah mau mendengarkan cerita anak tersebut hingga 4 jam non-stop.
Kebiasaan-kebiasaan yang ada di Tomoe lah yang membuat Totto-chan merasa betah. Anak-anak diperbolehkan memilih pelajaran yang mereka sukai terlebih dahulu, makan siang bersama di aula dengan menu “sesuatu dati laut dan sesuatu dari pegunungan”, bebas memilih tempat duduk, dan lain-lain yang tidak sama seperti sekolah formal biasanya. Ada beberapa teman Totto-chan menyandang cacat, seperti Yasuaki-chan yang menderita polio dan Takahashi-chan yang pertumbuhannya terhenti, tetapi sekolah Tomoe tidak melihat perbedaan itu justru mengistimewakannya. Disekolah Tomoe, anak-anak diharuskan memakai baju usang karena kemungkinan baju itu akan kotor bahkan robek-robek.
Kepala sekolah- Sosaku Kobayashi- adalah orang yang berperan penting dalam keberlangsungan sekolah ini. Mr. Kobayashi adalah orang yang menghargai anak-anak bahkan ia mau melakukan apa saja untuk anak-anak. Metode yang dipakai dalam mengajarpun berbeda dengan yang lain, seperti metode Euritmik yang ia pelajari dari Eropa yang diciptakan oleh Emile Jaques-Dalcroze. ia membiarkan anak-anak belajar dengan alam, dan ia selalu mendengar semua keluhan anak-anak. Kepala sekolah ingin melatih anak-anak agar berani menatap masa depat seperti yang diinginkan.
Totto-chan adalah anak yang memiliki rasa ingi tahu yang tinggi. Setiap ia melihat figur baru yang menarik baginya, ia akan ;langsung bilang pada mamanya bahwa ia ingin menjadi seperti itu. Misalnya saja suatu hari ia melihat penyanyi jalanan, lalu ia langsung mengatakan pada mamanya kalau sudah besar ia ingin jadi penyanyi jalanan, atau saat ia ke stasiun ia melihat penjaga karcis yang memiliki banyak karcis. Baju Totto-chan pun sering robek-robek hingga ke celana dalamnya karena ia sering menyusup kedalam dengan cara menggali lubang dibawah pagar berduri dan pastilah bajunya tersengkut oleh kawat pagar. Totto-chan juga tertarik dengan hal baru atau sesuatu yang ia temukan di jalan, seperti pada saat ia melihat koran tergeletak di halaman sekolahnya kemudian ia ingin lompat ke atas koran, ternyata koran itu untuk menutupi lubang septictank yang sedang diperbaiki agar tidak bau, alhasil Totto-can masuk ke dalam lubang yang bau dan kotor, dan ia tidak mengangis. Totto-chan juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, menyayangi binatang, dan peduli terhadap temannya.
Suatu hari, totto-chan berkata pada kepala sekolah jika sudah dewasa nanti ia kan menjadi guru di Tomoe Gakuen, “aku berjanji”.

4 pemikiran pada “Totto-Chan : The Little Girl at The Window

  1. Ping balik: Saya dan Jepang « Kamu Itu Beda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s