Koreksi Geometrik

KOREKSI GEOMETRIK
Koreksi geometrik adalah koreksi posisi citra akibat kesalahan yang disebabkan oleh konfigurasi sensor, perubahan ketinggian, posisi, dan kecepatan wahana. Koreksi geometrik mutlak dilakukan apabila posisi citra akan dioverlay dengan peta-peta atau citra lainnya yang mempunyai sistem proyeksi peta (Katiyar et. al. 2002).
GCP (Ground Control point) atau titik kontrol tanah adalah proses penandaan lokasi yang berkoordinat berupa sejumlah titik yang diperlukan untuk kegiatan mengkoreksi data dan memperbaiki keseluruhan citra yang akhirnya disebut sebagai proses rektifikasi. GCP terdiri atas sepasang koordinat x dan y, yang terdiri atas koordinat sumber dan koordinat referensi. Koordiant-koordinat tersebut tidak dibatasi oleh adanya koordinat peta.
Tingkat akurasi GCP sangat tergantung pada jenis GPS yang digunakan dan jumlah contoh GCP terhadap lokasi dan waktu pengambilan. Lokasi ideal untuk pengambilan GCP adalah sudut jalan, perempatan jalan, perpotongan jalan pedestrian, kawasan yang memiliki warna menyolok, persimpangan rel dengan jalan dan benda/ monumen/ bangunan yang mudah diidentifikasi atau dikenal. Perlu dihindari pohon, bangunan, dan tiang listrik selain sulit diidentifikasi juga kesamaannya yang tinggi (Darmawan 2008).
Rektifikasi merupakan suatu proses mentransformasi data dari suatu sistem grid menggunakan transformasi grid atau proses koreksi/perbaikan geometrik citra yang belum terkoreksi yang sudah memiliki titik titik referensi (GCP). Posisi piksel input tidak persis sama dengan piksel outpunya oleh karena itu perlu dilakukan ekstrapolasi nilai data untuk mengisi citra baru dari nilai piksel asilnya.
Alasan melakukan rektifikasi adalah untuk membandingkan dua citra atau lebih untuk lokasi tertentu, membangun SIG dan melakukan pemodelan spasial, membandingkan citra dengan data spasial lainnya yang mempunyai skala yang berbeda, membuat peta dengan skala yang teliti, meletakkan lokasi-lokasi pengambilan training area sebelum melakukan klasifikasi, melakukan overlay citra dengan data-data spasial lainnya, membuat mozaik citra, dan melakukan analisis yang memerlukan lokasi geografis dengan presisi yang tepat (Alhamlan 2002).
DAFTAR PUSTAKA
Alhamlan S, et. al. 2002. The Influence Of Ground Control Points In The Triangulation Of Leica Ads40 Data. The International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences, Vol. 34, Part XXX.
Darmawan, Soni. 2008. Perkembangan Teknologi GeoInformasi di Indonesia: Global Positioning Sistem (GPS), Remote Sensing (RS) dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Bandung: ITB Press.
Katiyar S., Onkar Dikshit, Krishna Kumar. 2002. GPS for Geometric Correction of Remotely Sensed Imagery: Possibilities After Termination of SA. Asian GPS Proceeding.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s