Perbedaan Iklim dan Cuaca

Mungkin, bagi orang awam, perbedaan cuaca dan iklim tidak begitu nampak atau bahkan banyak yang tidak mengetahui dimana perbedannya. Apalagi bagi kita yang lahir, tinggal, dan hidup di wilayah tropis, perbedaan antara hari ke hari tidak begitu terlihat. Kisaran suhu diurnal (harian) di wilayah tropis lebih besar dari kisaran seasonalnya (musiman).

Bayangkan saja kita tinggal di wilayah sub-tropis (lintang lebih dari 23,4 derajat), kita sedikit lebih mudah untuk membedakan antara cuaca dan iklim. Karena memiliki 4 musim, maka kita perlu membeli pakaian yang berbeda-beda untuk menyesuaikan dengan lingkungan, musim tersebut dapat disebut sebagai iklim. Tetapi, jika pada suatu hari anda akan keluar rumah, namun cuaca sepertinya dingin dan turun salju maka anda memutuskan untuk berpakaian tebal. Kondisi lingkungan pada hari tersebut disebut cuaca.

Untuk lebih mudahnya lagi, anda akan tahu bahwa pada bulan Desember merupakan musim dingin dan bulan Juni merupakan musim panas, berarti disebut iklim. Sedangkan pertanyaan, “apakah hari ini hujan?” berarti disebut cuaca.

Cuaca merupakan nilai sesaat dari atmosfer, serta perubahannya dalam jangka waktu pendek (diurnal/ 24 jam). Unsur-unsur cuaca yang digunakan adalah penerimaan radiasi surya, suhu udara, kelembaban udara (RH), tekanan udara, kecepatan angin, arah angin, dan penutupan langit oleh awan. Cabang ilmu yang mempelajari cuaca adalah meteorologi. Meteorologi berasal dari kata meteoros (ruang atas/ atmosfer) dan logos (ilmu). Jadi, meteorologi adalah ilmu cuaca yang mendasarkan penggunaan ilmu fisika dan matematika untuk menganalisis perubahan atmosfer. Ilmu ini membahas pembentukan dan gejala perubahan cuaca serta fisika yang berlangsung di atmosfer.

Iklim merupakan kesimpulan atau sintesis dari perubahan nilai unsur-unsur cuaca (dari hari ke hari dan bulan ke bulan) dalam suatu wilayah dan periode yang panjang. Wilayah cakupan iklim pun sangatlah luas serta waktu yang sangat panjang (lebih dari 30 tahun). Data iklim yang diperoleh haruslah menggambarkan kondisi atmosfer wilayah tersebut. Ilmu yang mempelajari tentang iklim adalah klimatologi. Ilmu ini lebih berikatan dengan ilmu statistik, fisika, dan geografi.

Data cuaca iklim terdiri dari data diskret (diskontinu) dan data kontinu. Contoh dari data diskret adalah radiasi surya, lama penyinaran, presipitasi, dan penguapan. hal tersebut karena data ini dapat dijumlahkan dan dapat disajikan dalam bentuk kurva histogram. Sedangkan dari data kontinu adalah suhu, kelembaban, kecepatan angin dan tekanan udara. Data tersebut tidak dapat dijumlahkan namun dapat dirata-ratakan dan disajikan dalam bentuk kurva garis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s