Hutang Pedrosa di Misano pun Terbayar (GP Aragon)

ImageAksi hebat Dani Pedrosa di track Aragon mengukuhkan namanya sebagai pembalap kedua yang berhasil menaklukan Aragon setelah Casey Stoner yang telah merajai Aragon sebanyak dua kali. Sejak tahun 2010, sirkuit ini dibuka lagi untuk balapan akbar MotoGP. Semua pembalap termasuk Valentino Rossi belum memiliki pengalaman sama sekali sehingga free pratice pada tahun 2010 dilakukan sebanyak tiga kali (biasanya dua kali). Sehingga kemungkinan untuk menang di sirkuit ini sangat terbuka untuk siapa saja.

Sirkuit yang memiliki panjang 5078 m dan 17 tikungan itu memiliki karakteristik sirkuit yang cepat. Bahkan sirkuit ini sering disamakan dengan sirkuit Losail, Qatar. Casey Stoner yang sering disebut sebagai rajanya Losail dapat membuktikan bahwa ia akan menjadi raja di Aragon pula, bahkan sang tuan rumah pun tak mampu menandinginya.

Absennya Stoner sejak seri Indianapolis (19 Agustus 2012) memberikan kesempatan kepada pembalap tuan rumah yang ingin mengibarkan bendera kemenangan di tanah kelahirannya. Pembalap yang berambisi untuk memenangi seri Aragon adalah Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Sebelumnya, Pedrosa hanya mampu finis kedua di tahun 2010 dan 2011, sedangkan Lorenzo hanya bisa menyelesaikan balapan di urutan ketiga pada tahun 2011.

Kedua pembalap asal Spanyol ini sedang memperebutkan title juara dunia MotoGP 2012. Keduannya memiliki selisih poin yang tidak begitu jauh. Tetapi , sejak kejadian terjatuhnya Pedrosa di seri San Marino, Pedrosa harus rela menambah selisih poin menjadi 38 poin. Tentu saja ini menjadi pukulan bagi Pedrosa yang sedang on fire mengalahkan Lorenzo, dan harus menerima kecelakaan yang terjadi di lap pertama itu. Namun pedrosa tidak mau begitu saja menyerah. Ia harus melupakan semua insiden yang sempat membuatnya kesal itu.

ImagePada seri Aragon, Pedrosa yang memulai balapan dari posisi kedua, baru mampu mengambil alih posisi Lorenzo di lap ke-6 pada tikungan ke 12 dan langsung melesat hingga perbedaan jarak 6 detik dengan Lorenzo.

Tidak penting lagi mengejar juara dunia, tapi ia harus selalu finish di depan. Kesempatanlah yang akan menjadikan ia sebagai juara dunia. Karena semangat dan ambisinya untuk menang itulah ia mampu menjuarai seri Aragon dan sekaligus sebagai hadiah ulang tahunnya ke-27 yang jatuh pada tanggal 29 Septemberr lalu. Penunggang motor bernomor 26 ini pun mengucapkan terima kasih kepada keluarga, teman, dan fansnya. Dan Pedrosa pun telah membayar hutangnya di Misano dengan berdiri di podium teratas Aragon.

Kini, selisih pion Lorenzo dan Pedrosa menjadi 33 poin dan masih ada 4 race lagi yang harus dihadapi. Kemungkinan juara dunia masih terbuka lebar bagi keduanya. Dan kita berharap, balapan MotoGP akan terus menggantungkan juara dunia hingga seri terakhir. Seri yang tersisa adalah di Jepang, Malaysia, Australia, dan Valensia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s