Frekuensi kedalaman-durasi hujan dan frekuensi intensitas-durasi hujan

Hujan desain (storm design) merupakan pola curah hujan untuk berbagai kemungkinan/ probabilitas atau periode ulang yang digunakan untuk keperluan desain struktur hidrolik atau untuk mengevaluasi seberapa efektif sistem pengairan yang dibuat oleh manusia (Borga et. al. 2005). Kedalaman hujan desain (storm design depth) adalah kedalaman curah hujan yang diduga akan terjadi suatu wilayah pada probabilitas kejadian dan durasi hujan yang telah diberikan (Di Baldassarre et. al. 2006).

Kurva DDF

Model kurva DDF merupakan kurva yang berhubungan dengan kedalaman curah hujan, durasi dan frekuensi digunakan untuk mencocokan pendugaan curah hujan pada berbagai durasi (Borga et. al. 2005). Kurva DDF digunakan untuk desain struktur yang mengontrol rute dari limpasan , misalnya untuk mendesain tempat parkir, saluran air, dan saluran untuk air hujan. Secara umum, interval periode ulang bertambah, maka keakuratan kurva DDF berkurang (Asquith 1998).

Kurva IDF

Kurva IDF menunjukkan karakteristik wilayah curah hujan yang digunakan untuk perecanaan, pembuatan pola, dan pengoperasian proyek sumberdaya air atau untuk rencana penanggulangan banjir (Nhat et. al. 2006). Asumsi yang digunakan dalam kurva ini adalah secara statistik, pola curah hujan yang lampau akan berlanjut kepada pola curah hujan sekarang, dan masa yang akan datang. Informasi yang terdapat pada kurva adalah analisis satatistik ,bukan prediksi dari kejadian hujan aktual (Kerr 2010)
Kurva ini terbentuk dari hubungan dari intensitas curah hujan, durasi, dan periode ulang/ frekuensi (Koutsoyiannis et al. 1998; Kerr 2010) dengan periode ulang yang sering digunakan adalah 2, 5, 10, 25, 25, 50, 100 tahunan (Kerr 2010). Sumbu x nya adalah durasi, dan sumbu y nya adalah intensitas dalam satuan tinggi per waktu. Garis pada kurva IDF menunjukkan probabilitas.
Periode ulang (return period) dari suatu kejadian menjelaskan tentang seberapa besar frekuensi atau intensitas kejadian tersebut (Nhat et. al. 2006) dan juga merupakan kebalikan dari probabilitas (dalam persen) kejadian tahunan untuk pendugaan interval waktu antara kejadian yang memiliki ukuran sama atau intensitas sama (NIWA 2012)
Misalkan kejadian badai/hujan 100 tahunan dapat dideskripsikan bahwa peluang kejadian per tahunnya adalah 1/100 atau hanya 1% per tahun. Periode ulang seratus tahunan tidak berarti jika kejadian hujan tersebut terjadi tahun ini maka akan terjadi seratus tahun kemudian (NIWA 2012) dan hujan yang terjadi ini besarnya akan sama bahkan dapat melampaui (Asquith 1998).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s