Pakaian versus Makanan

Mungkin kalian pernah dengar istilah, pakailah pakaian seperti keinginan orang lain, makanlah seperti keinginan kita. Ya, kira-kira seperti itu. Awalnya saya tidak sependapat dengan istilah tersebut. Apalagi pada bagian pakaian. Wong kita yang pakai baju, kok harus dari pendapat orang lain. Soal makanan juga. hidup kita yang terbatas membuat kita tidak selalu bisa makan apa yang kita inginkan, apakah makanan yang sudah dibuat oleh ibu di rumah, atau keterbatasan uang yang dimiliki.

Image

Tapi, hal tersebut ada benarnya juga. Pakaian yang kita kenakan adalah apa yang ingin orang lain lihat. Mungkin tidak spesifik, tapi setidaknya orang lain ingin melihat kita berpakaian rapi sesuai dengan situasi, meskipun kita lagi kepingin memakai baju yang santai-santai aja. Ingat, image kita akan langsung tercermin dari pakaian yang kita pakai.

Ada istilah lain, “Don’t judge the book by the cover” jangan menilai buku dari sampulnya atau jangan menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja. Kenyataannya, penampilan terluarlah yang menjadi penilaian awal seseorang yang baru dikenal. Berapa banyak orang yang tidak kita kenal berpas-pasan dengan kita? Kemungkinan lebih dari orang yang kita kenal (mungkin juga tidak). Orang yang datang ke kantor untuk melamar pekerjaan memakai baju berdasi dan berjas akan terlihat berwibawa dan berkarisma dibanding orang yang hanya memakai kaos oblong.

Berbeda soal makanan. Tubuh kita ini sudah diciptakan oleh Allah sedemikian rupa hingga menjadi makhluk yang sempurna. Tubuh kita akan merespon saat kebutuhannya tidak terpenuhi, seperti rasa lapar. Lebih spesifik lagi, tubuh ini akan merespon juga zat-zat apa saja yang belum terpenuhi dan sedang dibutuhkan. Misalnya, kita sering merasa ingin makan yang manis-manis, berarti tubuh kita sedang membutuhkan energi atau kadar gula darah sedang turun; atau kita sedang ingin makan yang asin-asin, berarti tubuh sedang memerlukan mineral. Oleh karena itu, seharusnya kita memenuhi semua keinginan akan suatu makanan. Tapi ingat, tetap harus teliti, apakah makanan yang kita inginkan itu lebih banyak manfaatnya atau tidak. Jangan sampai makanan tersebut malah menimbulkan banyak penyakit.

Semoga bermanfaat dan lebih teliti lagi dengan pakaian yang dikenakan dan makanan yang dimakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s