Evapotranspirasi

Evapotranspirasi adalah transpor air ke atmosfer dari permukaan termasuk tanah(evaporasi tanah) dan vegetasi (transpirasi) (Burba et. al. 2011). ETo (evaporasi standar) merupakan kemampuan atmosfer agar terjadi proses evapotranspirasi dari permukaan rumput standar pada lokasi dan waktu yang spesifik tanpa pengaruh dari faktor tanah (Allen et al. 1998). Hal yang mempengaruhi evapotranspirasi adalah parameter cuaca, faktor tanaman, dan kondisi manajemen dan lingkungan (Allen et. al.1998), ketersediaan energi, ketersediaan air, dan albedo (Burba, et al. 2011).
Evapotranspirasi (ETc) adalah proses dimana air berpindah dari permukaan bumi ke atmosfer termasuk evaporasi air dari tanah dan transpirasi dari tanaman melalui jaringan tanaman melalui transfer panas laten persatuan area (Hillel, 1983).Ada beberapa faktor yang mempengaruhi evapotranspirasi yaitu faktor iklim mikro, mencakup radiasi netto, suhu, kelembaban dan angin, faktor tanaman, mencakup jenis tanaman, derajat penutupannya, struktur tanaman, stadia perkembangan sampai masak, keteraturan dan banyaknya stomata, menutup dan membukanya stomata, faktor tanah, mencakup kondisi tanah, aerasi tanah, potensial air tanah dan kecepatan air tanah bergerak ke akar tanaman (Linsley dkk., 1979).
Crop coefficient (Kc) merupakan perbandingan antara besarnya evapotranspirasi potensial dengan evapotranspirasi tanaman (Etc) pada kondisi pertumbuhan tanaman yang tidak terganggu. Nilai Kc yang nilainya tergantung pada musim, serta tingkat pertumbuhan tanaman (Allen, et al., 1998).
Salah satu metode untuk menduga evapotranspirasi adalah metode yang dikembangkan oleh Thornthwaite (1948). Metode ini sangat sederhana karena hanya memerlukan data suhu udara dan lintang. Karena sangat sederhana, maka hanya beberapa wilayah saja yang cocok menggunakan metode ini untuk pendugaan Etc. Wilayah yang kurang cocok menggunakan metode Thornthwaite adalah daerah teririgasi beriklim arid dan semi-arid (Jensen 1973).

Reference
Allen RG, Pereira LS, Raes D, Smith M. 1998. Crop Evapotranspiration; Guidelines for Computing Crop Water Requirements. FAO Irrigation and Drainage Paper 56. FAO. Rome
Burba G, et. al. 2011. Evapotranspiration. [terhubung berkala] http://www.eoearth.org/article/Evapotranspiration (8 November 2012).
Jensen ME, ed. 1973. Consumptive Use Of Water And Irrigation Water Requirements. New York: American Society of Civil Engineers
Linsley Ray K., Joseph B. Franzini. 1985. Teknik Sumber Daya Air. Jakarta: Erlangga.
Thornthwaite CW. 1948. An approach toward a rational classification of climate. Geogr Rev 38:55–94

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s