Euthanasia

Euthanasia merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani (euthanatos), yaitu kematian yang baik, atau kematian yang mudah. Euthanasia ini berupa suatu tindakan mengakhiri hidup seseorang dengan melepaskan alat bantu medis yang mendukung kelangsungan hidupnya (www.terrisfight.org 2012). Euthanasia juga sering disebut pembunuhan yang disengaja (intension killing). Sebenarnya, alasan utama melakukan euthanasia adalah untuk membebaskan penderitaan pasien akibat penyakit yang dideritanya (BBC 2012)

Beberapa perdebatan tentang euthanasia masih saja berlangsung. Beberapa orang setuju akan dilakukannya euthanasia dan yang lainnya tidak. Alasan mengapa mereka setuju adalah untuk membebaskan pasien dari penderitaan yang sangat berat dari suatu penyakit dan menghilangkan biaya medis yang sangat mahal dan terus menerus. Sedangkan alasan yang tidak setuju adalah karena sangat berharganya setiap nyawa manusia yang ada di muka bumi ini, bahkan apabila ia sedang koma. Mereka memiliki kesempatan untuk hidup 100% walaupun kelihatannya tidak memungkinkan. Selain itu, para dokter, perawat medis tidak seharusnya terlibat dalam euthanasia yang menyebabkan kematian secara langsung terhadap pasien (www.euthanasia.com 2012)

Pencabutan selang dan alat bantu lain pada pasien yang koma dibolehkan asalkan pencabutan alat bantu tersebut benar-benar agar pasien terbebas dari rasa sakit yang berlama-lama dan keluarga atau kerabat sudah tidak sanggup lagi membiayai dana medisnya. Tetapi tetap saja pasien adalah seorang manusia yang miliki hak untuk bertahan hidup karena setiap jiwa berharga, dan hidup mati seseorang itu hanya Tuhan  yang dapat berkehendak. Beberapa negara seperti Inggris dan Italia tidak memperbolehkan melakukan euthanasia.

Ada beberapa bentuk dari euthanasia yaitu:

  1. Euthanasia aktif: perlakuan terhadap pasien sehingga pasien tersebut langsung meninggal, misalnya dengan memberikan obat secara berlebihan (over dosis)
  2. Euthanasia pasif: perlakuan terhadap pasien dengan mencabut alat bantu dan membiarkannya. Ada dua perlakuan pada euthanasia pasif yaitu withdrawing treatment (perlakuan dengan mencabut alat bantu medis) dan withholding treatment (dengan tidak melakukan operasi).
  3. Voluntary euthanasia (euthanasia sukarela): suatu tidakan yang dilakukan karena permintaan pasiennya sendiri
  4. Involuntary euthanasia: suatu tindakan euthanasia yang berasal dari permintaan seseorang (yang tepat) karena pasien dalam keadaan koma atau tidak sadar, atau pun pasien adalah seorang bayi.
  5. Euthanasia tidak langsung: pasien diberikan oban penahan nyeri tetapi efek dari obat tersebut adalah mempercepat kematiannya.
  6. Assisted suicide (bantuan bunuh diri) berasal dari permintaan pasien secara langsung.

Salah satu kasus euthanasia adalah pencabutan alat bantu selang/medis dari seorang gadis berkebangsaan Italia yang bernama Eulana Englaro yang telah koma selama 17 tahun. Ia harus terbaring koma akibat suatu kecelakaan yang ia alami pada tahun 1992, saat usianya menginjak 20 tahun. Pencabutan selang dilakukan pada tanggal 3 Februari 2009 dan ia akan meninggal dua puluh hari setelah pencabutan. Ayah dari Eulana menyakini jika tubuh anaknya menolak untuk dilakukan perawatan dan anaknya pernah berkata bahwa ia tidak ingin hidup dalam keadaan koma. Keputusan ini diijinkan saat mahkamah agung Italia memperbolehkan dilakukannya euthanasia pada Eulana (Viva News 4 Februari 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s