Dilema 3 Generasi

Rasanya menyenangkan masih bisa satu rumah dengan keluarga, apalagi masih ada ayah, ibu, bahkan nenek dan kakek. Tapi, banyak kasus yang timbul akibat keberadaan tiga generasi. Well, kita telisik lebih dalam lagi yaa.

Seperti yang kita tahu, nenek akan menyayangi cucunya melebihi orang tuanya sendiri. Yap, itu benar untuk banyak kasus. Nenek atau kakek biasanya tidak melarang cucunya untuk melakukan sesuatu atau bahkan akan selalu menuruti apa kata cucunya. Itu baik untuk beberapa hal, yaa untuk sekali-sekali sih tidak apa-apa. Bagaimana jika cucu lebih banyak berinteraksi dengan nenek dan kakeknya yang memiliki sifat tersebut?. Hal ini tentu akan berbahaya dan mempengaruhi pola perilaku anak. Anak akan bersifat berkuasa dan menuntut agar permintaannya dikabulkan. Ia akan merengek dan menangis hingga dibelikan sesuatu yang ia inginkan. Nenek dan kakek tidak akan tega untuk membiarkan cucunya menangis, padahal sesekali anak harus diberitahu secara halus dan semua permohonannya tidak harus dikabulkan. Kita harus pilih-pilih mana permintaan yang baik dan mana yang buruk.

Hal lainnya adalah pola pikir yang terlampau jauh akan membentuk gap antara generasi. Nenek yang menerima pola pengasuhan atau tatakrama yang berbeda dengan cucunya akan merasa semua hal yang terjadi saat ini salah. Ia akan membandingkan suatu hal dengan pola pada saat ia masih kecil. Misalkan seorang anak jaman sekarang lebih bersikap seperti teman kepada orang tua nya, sedangkan pada jaman nenek, mereka cenderung patuh dan tunduk saat menghadapi orang tua mereka. Sesekali mereka akan merasa takut mendapatkan humkuman. Akibatnya, beberapa nenek akan marah-marah dan membandingkan sikap cucunya dengan dirinya pada waktu itu. Solusinya adalah patuhilah nenek dengan baik. Kita juga bisa menjelaskan kepada nenek tentang pola pengajaran jaman sekarang dan membandingkannya dengan jaman dulu. Nenek pasti mengerti.

Nenek merasa tidak dihargai. Beberapa kasus, nenek merasa tidak dihargai lagi. Ia merasa anak atau cucunya sudah tidak mau merawatnya. Permintaanya selalu diabaikan. Padahal tidak seperti itu juga. Kesibukan jaman sekarang tidak memungkinkan seorang anak atau cucunya untuk memenuhi semua keinginan nenek. Selain itu, pada usia manula, sikap dan perilaku kembali seperti anak kecil, mereka mencari perhatian lebih. Oleh karena itu, kita sesekali harus menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu berharga (quality time) bersama keluarga dan tentunya mengajak nenek dan kakek.

Lebih dari itu, bersyukurlah kita masih dapat menghabiskan waktu dengan nenek dan kakek, karena banyak orang yang tidak bisa merasakan hal tersebut.

Satu pemikiran pada “Dilema 3 Generasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s