Characteristic of Hydrological Drought in Java River Basins

ABSTRAK

NYAYU FATIMAH ZAHROH. Karakteristik Kekeringan Hidrologi di Beberapa Daerah Aliran Sungai di Pulau Jawa. Dibimbing oleh MUH TAUFIK.

Kekeringan hidrologi merupakan keadaan ketersediaan air di bawah normal dan merupakan propagasi dari kekeringan meteorologi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ambang batas, menganalisis karaktersitik kekeringan, dan menganalisis frekuensi kejadian kekeringan hidrologi di DAS Ciujung, Brantas, dan Bengawan Solo. Dalam penelitian ini, kekeringan hidrologi diidentifikasi dengan menggunakan metode ambang batas (Q0, threshold level method). Dengan menggunakan ambang batas persentil 80 (Q80) dari kurva durasi aliran, diperoleh nilai Q0 untuk DAS Ciujung, Brantas, Bengawan Solo secara berturut-turut sebesar 17.6 m3s-1, 73.1 m3s-1, dan 46 m3s-1. Durasi minimum (dmin) 10 hari digunakan sebagai kriteria untuk kejadian kekeringan hidrologi. Durasi kekeringan maksimum yang terjadi di DAS Ciujung, Brantas, dan Bengawan Solo berturut-turut adalah 134 hari, 150 hari, dan 167 hari dan volume defisit maksimum di DAS tersebut berturut-turut 153.789 x 106 m3, 501.824 x 106 m3, 495.853 x 106 m3. DAS Bengawan Solo memiliki frekuensi jumlah kejadian dengan durasi di atas 100 hari paling tinggi dibandingkan kedua DAS lain.

Kata kunci: ambang batas, durasi, FDC, kekeringan hidrologi, volume defisit

ABSTRACT

NYAYU FATIMAH ZAHROH. Characteristic of Hydrological Drought in Java River Basins.Supervised by MUH TAUFIK.

Hydrological drought is a condition of water below normal and also a propagation of meteorological drought. The objectives of this study are to determine the thresholds level, to analyse drought characteristics, and to analyse frequency of hydrological drought in Ciujung, Brantas, and Bengawan Solo River basins. In this study, the hydrological droughts were identified by threshold level method. The 80-percentile (Q80) from flow duration curve was used to determined the threshold (Q0). The study reveals that the threshold of Ciujung, Brantas, and Bengawan Solo River basins 17.6 m3s-1, 73.1 m3s-1, dan 46 m3s-1, respectively. Minimum duration (dmin) amounting to 10 days was the criterion of hydrological drought events. Maximum durations of each river basin amounting to 134 days, 150 days, and 167 days, respectively, and maximum deficit volumes amounting to 153.789 x 106 m3, 501.824 x 106 m3, 495.853 x 106 m3, respectively. Bengawan Solo has the highest frequency of number of droughts which have duration more above 100 days than another.

Keywords: deficit volume, duration, FDC, hydrological drought, threshold

Download skripsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s