Ke Dokter??? Siapa takut

Baru denger namanya aja udah takut. Apalagi kalo berurusan sama Dokter.

Kalo udah berurusan sama dokter, kita mikirnya ada yang ngga beres deh. Takut di suntuk lah, di operasi lah, dan lain-lain. Padahal kan dokter membuat sesuatu yang ngga beres jadi beres.
Cek ke dokter itu perlu loh. Buat tau kondisi tubuh kita yang sebenarnya. Yaa, ngga usah tunggu sakit dulu. Jadikanlah kedokter itu sebagai kebutuhan.

Well, saya punya pengalaman sama dokter gigi. Dari kecil saya selalu berurusan sama dokter gigi. Mungkin mama ku yang punya masalah sama gigi nya ngga mau anaknya bernasib sama. Jadi, beginilah, dikit-dikit harus ke dokter gigi.
Waktu kecil, dokter gigi itu ngga kalah menakutkannya sama hantu. Pokonya kalo belum nangis, trus dipaksa, dicubit, sampe nunggu puskesmasnya mau tutup, saya ngga bakal mau buka mulut. Bahkan ngga jarang sampe ngga jadi di cabut giginya.
Setelah gigi susu habis, masalah baru muncul. Gigi geraham mulai berlubang. Kali ini saya ngga takut karena biasanya ngga sakit dan udah berani ke dokter gigi sendiri sejak SMP. Bukannya sok berani atau apa, tapi mama akan membiarkan saya pergi sendiri kalo ngga masalah.

Akhir-akhir ini, saya punya masalah di gigi geraham kiri bawah. Sebenarnya gigi tersebut sudah ditambal, tapi kenapa setelah sekian lama ditambal tiba-tiba malah sakit. Akhirnya saya ke puskesmas, dan tambalan gigi tersebut dibongkar. Dokter tesebut merencanakan untuk mencabut gigi geraham tersebut setelah gigi sudah tidak sakit. Tetapi obat puskesmas ngga mempan untuk sakit gigi yang saya alami. Akhirnya saya beralih ke dokter klinik (yang mantan dokter puskesmas). Ia pun menyarankan untuk di cabut. Sudah tidak bisa dirawat katanya.
Sebenarnya, saat mengetahui gigi saya akan dicabut, saya ketakutan karena katanya sakit banget waktu di cabut dan setelahnya. Saya juga sempat nanya ke mbah Google tentang masalah saya. Dan ternyata banyak juga yang ngepost tentang gigi. Dan rata-rata menjawab lebih baik dirawat giginya. Saya ngga tau harus ngapain. Ngga mau sakit gigi tapi ngga mau juga dicabut.
Dokter klinik tersebut menyuruh saya untuk rontgen gigi di rumah sakit.
Nah, dari sinilah nasib gigi ku berubah.
Karena ngga tau harus ke dokter spesialis apa, akhirnya tempat pendaftaran menenpatkan ku di dokter bedah mulut. Dokter  tersebut bilang “prinsipnya adalah mempertahankan gigi selama mungkin”. So, dia juga menyerahkan keputusannya kepada saya.
“masih ada kemungkinan untuk dirawat. Tapi percuma aja kalau giginya nanti ga dijaga/dirawat dgn benar. semua ada baik dan buruknya. kalo ngga mau neko-neko sih langsung cabut aja” kata dokter.

Dan saya memutuskan untuk dirawat. Selanjutnya saya ditangani oleh Dokter Konservasi Gigi.Dokter tersebut bilang kalo gigi saya masih mungkin untuk dirawat. Meskipun masih ada kemungkinan gagalnya. So, we’ll see.

Karena bagaimanapun, gigi asli ngga bisa diganti sama gigi buatan manusia. Tapi, tetap harus konsultasi dengan ahlinya.

Dari semua perawatan yang saya jalani,  saya pun mendapat ilmu dari dokter dan mengetahui keadaan tubuh saya terutama gigi. Ada beberapa dokter gigi yang galak dan jutek, yang bikin mood jadi bete. Pilih lah dokter yang ramah dan ahli. hehehe.

 

Keep your health

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s