Bahagiannya ke “100 Doraemon Secret Gadget Expo”

_MG_1167

Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali

Wah, lagu itu masih terngiang-ngiang nih di kepala. Gimana, ngga? Lagu theme song yang sudah saya hafal sejak sekolah dasar terus diputar sepanjang pameran itu. Benar sekali. Ini adalah theme song nya animasi Doraemon yang setia menemani kita setiap hari minggu di RCTI.

Hari minggu kemarin, saya menyempatkan diri buat melihat pameran “100 Doraemon Secret Gadget Expo” di Ancol Beach City Mall, Jakarta. Sempet bingung juga sih waktu ke sana, soalnya belum pernah ke Ancol Mall. Hehehe. Tapi akhirnya ketemu juga setelah tanya sana-tanya sini. Saya memang bukan penggemar fanatik robot kucing ini, tapi ngga bisa dipungkiri kalau dulu waktu masih kecil mantengin tv di hari minggu pagi buat nonton kartun dan salah satunya adalah Doraemon.

Sebenarnya karakter karya Fujiko F. Fujio ini memiliki cerita yang klasik, yaa gitu-gitu aja. Tapi ngga tau kenapa, selalu asik buat ditonton. Nobita yang selalu malang dan dapat masalah, temannya Giant yang selalu mengganggu Nobita, serta Suneo yang kaya, sombong, dan teman setia Giant. Kemudian Nobita menangis sambil merengek kepada Doraemon agar mengeluarkan alat-alat ajaibnya dari kantong ajaib untuk membantu Nobita. Bukannya masalah selesai, malah menambah runyam karena Nobita menyalahgunakannya.

Suka sama Doraemon yang BBB (Botak, Bulat, dan Biru)

Doraemon menangis karena kupingnya digigit tikus

Doraemon menangis karena kupingnya digigit tikus

Doraemon adalah sejenis robot kucing berwarna biru, tapi kenapa kucing satu ini tidak memiliki telinga? Sebenarnya, Doraemon memiliki telinga. Jadi ceritanya sang pencipta robot Doraemon, Sewashi-san* membuat patung Doraemon dari tanah liat. Lalu, ia menyuruh robot-robot tikusnya untuk memakan kuping patung tanah liat Doraemon agar terlihat seperti model 3D di gambar foto. Eh, si robot tikus malah salah menafsirkannya, mereka memakan kuping robot Doraemon asli. Sewashi-san pun panik dan membawa Doraemon ke rumah sakit robot. Keadaan semakin diperparah karena sang dokter malah mencabut kupingnya Doraemon. Ckckck. Sejak kejadian itu Doraemon tidak memiliki telinga dan takut sama kucing.

*Sewashi-san itu cicitnya Nobita di abad 22 yang mengirimkan Doraemon ke kakek buyutnya tersebut (Nobita) untuk memperbaiki/membantu kondisi Nobita yang memiliki banyak masalah seperti sekolah, karir, keluarga, maupun finansial.

Doraemon galau gara-gara ketawain sama pacarnya. huhuhu

Doraemon galau gara-gara ketawain sama pacarnya. huhuhu

Tadinya, Doraemon pun berwarna kuning. Lantas, kenapa berubah menjadi warna biru? Sejak kuping Doraemon hilang, pacarnya Noramyako merasa lucu dengan penampilan baru Doraemon dan tak henti-henti menertawakannya. Jadilah Doraemon sedih. Untuk menghilangkan rasa sedihnya, ia meminum ramuan obat bahagia. Eh, ternyata salah minum obat bahagia dan malah meminum obat sedih. Doraemon pun menangis tiga hari tiga malam tanpa henti yang membuat warna kulit kuningnnya memudar dan menjadi berwarna biru (blue/sedih) dan suaranya serak karena terlalu lama menangis. Huhuhu kacian…

Tapi, saya justru lebih suka tampilan Doraemon yang sekarang ini dibanding dengan bentuk dan warnanya dulu. Karena yang sekarang bentuk dan warnanya anti mainstream. Hehehe. Kalau bentuknya sama dengan kucing lain, lalu apa istimewanya Doraemon? Dan belum pernah kan liat kucing selain doraemon yang memiliki warna biru terang seperti itu?…

Kantong ajaib masa kini

Semua, semua, semua. Dapat dikabulkan. Dapat dikabulkan dengan kantong ajaib.

Inilah sumber alat-alat ajaib Doraemon yang sering digunakan Nobita, seperti baling-baling bambu, pintu kemana saja, dan sapu tangan waktu. Tapi, sepertinya dari 100 macam alat-alat ajaib Doraemon dari abad 22 ini, ada beberapa yang sudah diterapkan oleh kita dalam kehidupan sehari-hari. Masa sih?

Halo... halooo...

Halo… halooo…

Doraemon adalah robot dari abad 22 yang dikirim ke masa dimana Nobita ada di abad 20. Tentunya, alat-alat ajaib yang dibawa Doraemon belum ada di jamannya Nobita dan kawan-kawan. Tapi, sekarang kita sedang memasuki abad 21. Beberapa alat ajaib Doraemon sudah bisa kita nikmati seperti kotak komunikasi. Alat ini menghubungkan antara 2 orang yang memegang kotak yang sama dan mereka dapat berkomunikasi. Jaman sekarang, alat ini disebut walkie talkie atau bisa juga handphone. Benar atau tidak??? Dua orang yang masing-masing memegang handphone dan memiliki kontak masing-masing, mereka bisa berkomunikasi satu sama lain.

Image Solid Generator

Image Solid Generator

Ada pula, solid image generator. Alat dengan bentuk 2 bola ini dapat memperlihatkan kepada kita gambar 3 dimensi suatu pemandangan tanpa kita harus pergi ke tempat tersebut. Sekarang ini, teknologi tersebut bisa kita lihat di google street view. Ya kan? kita bisa menikmati pemandangan hanya dengan mengklik tempat yang kita inginkan, bimsalabim, gambar 360 derajat pun bisa kita nikmati.

alat anti-kebohongan

alat anti-kebohongan

Tahu alat pendeteksi kebohongan? Doraemon pun punya alat bernama thruthbreaker yang digunakan untuk mendeteksi kebohongan. Bentuknya seperti paruh burung dan jika alat ini digunakan, maka orang yang berbohong akan berkata jujur dan terbongkar semua kebohongannya. Alat semacam ini sudah ada dan diberi nama polygraf yang dibuat pada tahun 1902 oleh James Mackenzie dan diperbaharui pada tahun 1921 oleh John Larson.

 

Kotak surat cepat seperti email

Kotak surat cepat seperti email

Kotak surat ini seperti email saja… kita ngga perlu nunggu lama buat dapet balasannya. Kalau dulu kan harus nunggu beberapa hari karena ada proses mengirim, diantar kurir, dan sampai ke penerima. Tapi sekarang setelah menulis surat, tinggal klik kirim langsung terkirim dan sampai ke penerima menit itu juga.

Dan masih banyak alat lainnya yang sudah ada sekarang ini.

Aku ingin terbang bebas di angkasa… Hai! Baling-baling bambu…

Alat-alat ajaib dari abad 22 ini mungkin akan terwujud dengan semakin pesatnya kecanggihan teknologi. Saya jadi membayangkan ketika abad 22, kita semua tidak memerlukan mobil dan ataupun motor. Jalanan tidak ada yang macet. Karena semakin tingginya tingkat mobilitas, setiap orang sudah memiliki alat semacam baling-baling bambu yang akan membawa kita terbang kemana saja yang kita mau. Wow…

Kalau begitu, apakah di abad 22 cicit kita akan benar-benar bertemu dengan sosok Doraemon?

Apa lagi yang ada di sana?

Ngga perlu takut ngga bisa foto bareng Doraemon dan Nobita. Ada tersedia 2 booth buat foto bareng bersama Nobita dan Doraemon dengan replika kamar Nobita dan rumah neneknya Nobita. Ada pula replika kamar Suneo, taman bermain tempat Nobita dkk bermain, dan bisa nonton konsernya Giant! Nanti crew akan mengedit foto booth dan mencetaknya. Kita hanya membayar 80 ribu rupiah dan mendapatkan foto plus frame.

Foto booth replika kamar Nobita

Foto booth replika kamar Nobita

Selain diorama-dioramanya Doraemon dan kawan-kawan, ada juga sourvenir-sourvenir Doraemon seperti bantal, kaos, boneka, gantungan kunci, gelas, hingga strap kamera. Harganya sih lumayan mahal mulai dari 30 ribuan sampai ratusan ribu. Wow. Saya sih ngga beli apa-apa. Maklumlah masuk ke sini aja gratisan. Kalau harga tiket masuknya itu, 90 ribu untuk pengunjung di atas 13 tahun dan 55 ribu untuk umur 5-12 tahun.

Ada juga booth permainan dengan harga per koin 5 ribu rupiah. Ada yang lempar koin ke meja yang bermotif polkadot berbagai ukuran. Kalau koin tersebut berada di dalam lingkaran paling besar, pemain mendapatkan kesempatan kedua. Jika koin berada dalam lingkaran yang lebih kecil maka mendapatkan hadiah kecil. Lebih kecil lagi lingkarannya maka mendapakan boneka sedang. Dan lingkaran paling kecil mendapatkan boneka besar. Wow! Susah juga ya.

Ada juga permainan lempar bola ke keranjang yang diletakan agak miring. Terlihat mudah, namun setelah mencobanya, saat bola masuk malah keluar lagi. Semua penonton kecewa karena si bola ngga pernah masuk. Akhirnya si pawangnya (penjaga booth) memperlihatkan aksinya. Hebat! dari 5 bola, masuklah 4 bola diantaranya. Caranya itu, bola dilempar dengan memutarkan bolanya (bingungkan apa itu!). Gerakan tangannya seperti memutarkan koin di atas meja. Hadiahnya, kalau masuk 4 bola dapat 1 boneka besar dan 3 bola untuk boneka sedang.

Selain itu ada permainan mengambil bebek yang berisi kode hadiah di bagian bawahnya. Ada pula permainan lempar bola ke tumpukan kaleng. Syaratnya kaleng harus benar-benar jatuh tidak boleh masih di nampan. Huh, susah juga ternyata!

Kalau mau mencoba kue kesukaannya Doraemon, bisa beli di sana dengan harga 10 ribu rupiah dan beberapa snack yang patut dicoba disana. Ayo kapan lagi bisa liat diorama Doraemon langsung dari Jepang sampai tanggal 8 Maret 2015.

Lalala… aku sayang sekali… Doraemon…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s