Love A Drop of Water

sumber foto: www.rsiafamily.com

“Kalau wudhu, airnya di tampung yaa…”

Berualang kali Ibu saya mengatakan hal tersebut. Berulang kali bukan hanya sekali dua kali, tapi sejak saya kecil setiap kali saya mengambil air wudhu. Maksud yang dikatakan ibu saya adalah ketika menggunakan air wudhu, air yang telah digunakannya ditampung dalam ember yang kemudian bisa dipakai buat hal lain misalnya menyiram tanaman, untuk mencuci lap, menggosok lantai kamar mandi, dan lain sebagianya. Hal tersebut sudah diajarkan sejak saya masih kecil.

Tak hanya itu, Ibu saya pun sangat memperhatikan setiap tetes air yang ia gunakan. Misalnya saat mencuci baju, air bekas cuci yang benar-benar kotor lah yang dibuang. Dan dibuangnya pun untuk menyikat kamar mandi, membersihkan garasi, pokoknya air tersebut masih bisa digunakan untuk sesuatu. Bukannya soal pelit atau sebagainya, tapi ini soal tanggung jawab kita terhadap air yang kita gunakan. Apakah pernah kamu membayangkan saat di akhirat nanti kamu ditanya setiap tetes yang kamu sia-siakan. Atau, ketika suatu saat cucu, cicit, dan generasi setelah kamu kehausan dan membutuhkan air bersih karena nenek moyangnya tidak bijak menggunakan air. hayoo, bagaimana?

Mungkin itu terlihat terlalu ekstrem, tapi itulah kenyataanya. Mungkin saya tidak dapat mencontohkan yang lebih ekstrem dari apa yang telah dilakukan oleh Ibu saya, tapi dampaknya cukup berpengaruh terhadap cara saya memperlakukan air. Suatu saat ketika saya di toilet umum menunggu teman saya keluar dari WC, saya melihat seorang ibu yang baru saja berbicara menggebu-gebu tentang kebersihan lingkungan. Beliau aktivis lingkungan. Tapi, ketika ia membuka keran, lalu mencuci tangan, lalu sekitar 30 detik ia menggosok-gosokan tangannya dengan sabun, kemudian membilas tangannya dengan air. Yang saya lihat, ia telah membuang-buang air bersih, dimana jutaan orang di Afrika dan orang-orang lain membutuhkannya. Bagian mana yang membuang-buang air? Ketika ia menggosok-gosokan tangan selama 30 detik. Bayangkan jika selama 3 detik air yang keluar dari keran mampu menampung 1 gelas air 200 ml, maka berapa banyak air yang terbuang selama 30 detik. 10 gelas!

Ayolah, mulai dari sekarang, detik ini, mulai dari diri sendiri. Gunakan air sebijak mungkin. Bertanggungjawablah, dan cintai setiap tetes air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s