Ayah Dilarang Menyentuh Bagian Tubuh Pribadi Anak

 

ilustrasi: Shutterstock/kompas.com

Berita mengenai kasus Angeline selalu menjadi perhatian masyarakat akhir-akhir ini, mulai dari kasus kehilangannya di depan rumah, menelisik kehidupan Angeline, kekerasan seksual yang ia terima, hingga mayatnya di temukan di belakang rumah ibu angkatnya sendiri. Kasus ini tentunya menyayat hati semua orang terutama orang tua yang memiliki anak seumuran Angeline. Segala elemen masyarakat pun bersikap lebih waspada dan perhatian terhadap lingkungan sekitarnya agar kejadian seperti ini dapat dikurangi atau bahkan tidak terjadi lagi.

Perhatian saya tertuju pada kiriman dua gambar di grup Whatsapp pada hari jumat lalu jam 9 malam. Gambar tersebut merupakan selebaran mitigasi sosial anti kekerasan pada anak yang dikeluarkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT), sebagai salah satu aksi untuk mengurangi terjadinya kasus seperti Angeline. Dalam selebaran tersebut berisi Bagian tubuh yang tidak boleh disentuh dan dilihat oleh sembarang orang yaitu ada daerah mulut, dada, kemaluan (vagina atau penis, dibawah dan sekitar paha), serta pantat. Lalu ada bagian tubuh yang hanya boleh disentuh oleh AYAH atau IBU, ketika memandikan dan buang air, serta dokter yang memeriksa bagian tubuh dengan didampingi oleh orang tua. Anak harus juga berani bilang tidak ketika ada orang lain yang menyentuh bagian pribadi, atau menyuruh membuka baju, atau orang tersebut memperlihatkan bagian pribadi tubuhnya, atau memperlihatkan video/foto porno kepada anak.

Adapun tindakan-tindakan yang harus dilakukan ketika anak mengalami kejadian tersebut adalah (1)berlari cepat, (2) teriak minta tolong, dan (3) bilang ke orang tua, guru, dan orang dewasa sekitarmu. Adapun tips-tips yang diberikan untuk orang tua yaitu, mengajarkan anak mandi dan berpakaian sendiri, selalu periksa kondisi tubuh, jangan biarkan orang tak dikenal menyentuh anak, sering-sering mengobrol dan mendengarkan anak, sering sayang dan peluk anak, beri pakaian yang sopan, jangan suka memarahi dan menyalahkan anak, berkata dengan baik dan lemah lembut.

Jika dilihat dari isi kontennya, memang tak ada yang salah malah bagus karena dilengkapi dengan ilustrasi menarik agar anak cepat mengerti. Tapi saya garis bawahi tentang “bagian tubuh yang hanya boleh disentuh oleh AYAH atau IBU”. Memang keduanya adalah orang tua dari anak dan dimana hal-hal pribadi hanya boleh diketahui oleh keduanya. Tak bisa disangkal pula dari bagian tubuh keduanya sehingga anak bisa dilahirkan. Tapi yang salah disini adalah Ayah yang boleh menyentuh dan melihat bagian tubuh anak. Yang boleh hanyalah ibu atau pengasuhnya yang sudah terpercaya. Baik untuk anak perempuan maupun laki-laki.

Mari kita lihat kasus yang banyak terjadi bahwa Ayah memperkosa anak (http://komp.as/A8m1h). Hal tersebut semakin mudah karena anak sudah percaya terhadap orang tua dan sangat sulit untuk menolak ketika disuruh ini dan itu. Ketika ibunya keluar, ayah pun melampiaskan hasratnya kepada orang di rumah, bisa asisten rumah tangga dan tak jarang anak jadi korban. Jika sedari kecil anak sudah diberitahu bahwa hanya ibu dan pengasuh sehari-harinya yang boleh melihat bagian tubuh pribadinya, maka ketika sudah besar ia akan mengetahui bahwa ayahnya dan laki-laki lainnya tidak boleh menyentuh dan melihat tubuh pribadinya.

Perlu diketahui bahwa pelecehan seksual paling banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat, baik guru sekolah, penjaga sekolah, teman bermain, supir pribadi, pembantu, dan orang-orang yang dikenal baik oleh anak lainnya. Pelecehan ini bisa berupa fisik seperti menyentuh, memegang, mencolek, memukul, dan lain-lain yang akan merujuk kekerasan seksual. Hal tersebut menunjukan bahwa pelaku semakin mudah melakukan hal bejad tersebut ketika korbannya adalah yang dekat dan mengenalnya. Sehingga anak akan mudah percaya jika disuruh ini dan itu. Kasus pelecehan seksual pada anak di Indonesia pun semakin meningkat dari tahun-ketahunnya. Menurut ketua komnas perlindungan anak, Arist Sirait di tingkat nasional pada tahun 2010-2014 menerima 3.737 laporan pelanggaran terhadap anak, 58 persennya merupakan kekerasan seksual (http://komp.as/A8m1j)

Foto Bugil Anak

Bagi sebagian besar orang, memperlihatkan foto tubuh anak balitanya yang montok tanpa sehelai pakaian atau hanya mengenakan celana dalam kemudian diunggah di media sosial merupakan hal yang biasa-biasa saja atau bisa dibilang istimewa karena memperlihatkan bahwa anaknya sehat, lucu, dan menggemaskan. Tapi hal ini pun bisa merujuk ke pelecehan seksual dan kekerasan seksual. Anak harus diajarkan sejak dini bagian tubuh mana saja yang boleh terbuka di tempat umum atau yang boleh terlihat oleh orang lain (selain ibu), dan belikanlah pakaian yang menutupi aurat. Selain itu, anak pun akan merasa malu jika ada foto masa kecilnya yang tak berpakaian diperlihatkan ke halayak di media sosial. Jadi, untuk orang tua juga harus melindungi anaknya dari kemungkinan-kemungkinan terjadinya pelecehan seksual, seperti hal-hal kecil tadi yang telah disebutkan sebelumnya.

3 pemikiran pada “Ayah Dilarang Menyentuh Bagian Tubuh Pribadi Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s