Melakukan Penerbangan Ekstrem Ketika Hamil

copil

Tepat pada malam senin tanggal 15 November 2015 di hotel Aston Palembang saya terbangun dari tidur yang terbilang terlalu awal. Saya teringat saya belum menunaikan shalat isya, langsung saja saya bangun. Namun saya merasakan perut saya yang sangat kram dan belum pernah saya rasakan sebelumnya. Sampai-sampai perut saya tidak bisa di tekuk. Saya tahan rasa sakit itu demi menjalankan kewajiban saya sebagai umat muslim. Rasa sakit mulai bertambah ketika saya kembali ke tempat tidur single bed yang saya tiduri. Berharap dapat tidur lebih cepat agar dapat menahan rasa sakit, nyatanya belum bisa juga mata ini menutup. Melihat ke samping kiri ranjang saya, ada teman sekamar yang sudah terlelap tidur. Terpaksa saya bangunkan karena rasa nyeri yang tak terperi. “Mbak, ada minyak angin?”. Karena saya pikir ini masuk angin. Teman kamar saya pun menjawab seadanya dengan menggeleng-geleng karena masih mengantuk mungkin.

Alhamdulillah, besoknya dengan ajaib masalah perut sudah selesai. Seperti biasa, saya pun melaksanakan penerbangan siang nanti. Namun rasanya ada yang aneh dari tubuh saya ini. Sempat berpikir bahwa saya akan mengalami siklus bulanan wanita. Tapi, jika saya menandakan tanggal terakhir saya haid, maka itu akan terjadi minggu depannya. Lalu saya berasumsi, how if i am pregnant? Dalam sekejap, saya menghapus asumsi itu dari pikiran. Karena saya tidak ingin berasumsi dulu sebelum saya benar-benar telat datang bulan.

Cuaca kala itu di wilayah Sumatera Selatan memang sepertinya sudah memasuki musim penghujan. Tetapi kegiatan teknologi modifikasi cuaca yang sedang saya jalani belum bisa berhenti begitu saja karena belum ada suruhan langsung dari sang pemegang kewenangan. Hal ini karena masih terdeteksi titik-titik api yang terlihat di citra satelit di wilayah OKI, Sumsel. Alhasil, tim kami pun sempat melakukan beberapa penerbangan di sisa-sisa kontrak kami. Karena awan-awan penghujan telah masuk ke wilayah Sumsel, tak jarang kami terjebak di antara awa-awan dan mengalami turbulensi pesawat yang cukup besar. Rasanya seperti naik kora-kora yang ada di Dunia Fantasi. Saya pun merasakan rasa pusing dan mual, walaupun tidak sampai mengeluarkan isi lambung. Beberapa kali kejadian itu saya alami. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa.

Tepat pada tanggal 28 Oktober 2015, saya melakukan test pack. Beberapa hari sebelumnya saya meminta suami untuk membelikan beberapa test pack dengan merek berbeda-beda. Pada dini hari saya tampung urin pertama di gelas plastik PET dan saya celupkan test pack tersebut. Muncullah satu garis merah, dan saya menunggu yang kedua. Karena tidak sabar saya langsung mencoba kedua test pack lainnya. Yang ini jauh lebih lama. Ketika saja jejerkan ketiga test pack tersebut, ternyata garis kedua muncul dengan sempurna. Dua garis merah. Kebahagiaan ini pun langsung saya laporkan kepada suami tercinta dan langsung saya peluk. Alhamdulillah

Sempat ketika keraguan saya dengan kehamilan ini muncul (sebelum melakukan test pack), saya yakinkan kepada diri saya dan janin saya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Saya meminta kekuatan kepada Tuhan, mohon kekuatan jika rahim saya telah dibuahi. “Dek, kamu harus kuat ya”. Alhamdulillah. Allah memang Maha Mendengar. Jika saya mengetahui lebih awal tentang kehamilan ini mungkin saya tidak akan pernah melakukan penerbangan ekstrem tersebut dan jika saya terpaksa melakukannya, saya tidak bisa menjamin bayi dalam kandungan saya masih ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s