Trimester 2: Saya Mengalami Pregnancy Blues

When-were-pregnant-we-regress-childlike-behavior-too.jpg

ilustrasi gambar: popsugar.com

Akhirnya sudah masuk trimester dua, selamat ya dek. Karena perut yang memang sudah buncit sebelum hamil, kadang saya masih tidak percaya ada segumpal daging yang bernyawa dalam perut saya. Hal ini membuat perasaan aneh antara bahagia dan misterius karena saya merasakan kebahagiaan tanpa pernah melihat, menyentuh, mendengar secara langsung sosok bayi mungil ini. Aneh juga ketika saya mulai berbicara sendiri sambil mengelus-ngelus perut…

Masuk ke trimester ke dua ini membuat saya sedikit bernapas nega, karena di trimester sebelumnya saya merasakan yang namanya morning sickness, atau mungkin bisa dibilang whole day sickness karena tidak mengenal waktu. Penyebab morning sickness ini bisa bermacam-macam terutama karena perubahan hormon progesteron yang dialami ibu hamil. Perasaan mual ini sering datang pada saat-saat tertentu. Yang pertama adalah pada pagi hari, mungkin disebabkan oleh kondisi lambung yang masih kosong dan asam lambung tinggi. Sering saya merasakan mual dan ingin muntah ketika kondisi perut kosong atau belum di isi makanan. Yang kedua adalah pada jam 10-12 siang ketika menunggu makan siang. Alasannya sama yaitu karena perasaan lapar tersebut.

Yang ketiga adalah ketika memasuki rumah. Ini sebenarnya agak aneh karena setiap pulang kerja, tepat di depan rumah saya mulai merasakan mual, lalu cepat-cepat membuka daun pintu dan berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perut yang tadi siang sudah diisi oleh makanan. Itu berulang terus menurus paling tidak selama sebulan lamanya. Kondisi mual yang terakhir adalah ketika mencium aroma makanan tajam seperti nasi goreng, pecel lele (karena aroma minyak gorengnya), aroma msg (monosodium glutamat, biasanya ada di makanan seperti bakso), bau tumisan, dan lain sebagainya. Kondisi ini juga dialami oleh sebagian bumil lainnya.

Dari kondisi tersebut, saya perlu menyiasati kondisi yang tidak nyaman ini. Beberapa trik yang saya lakukan cukup berhasil untuk mengurangi mual. Yang pertama adalah selalu sedia cemilan di dalam tas, karena kalau perut sudah mulai lapar sedikit, senjata langsung dikeluarkan yaitu cemilan. Pemilihan cemilan sesuai dengan selera saya, karena ada beberapa cemilan yang tidak saya suka dan kalau dipaksakan malah menimbulkan rasa mual lagi. Tetap saja hidari cemilan yang kurang baik dan berbahaya bagi bayi, lebih baik cemilan berupa buah-buahan atau bisa juga biscuit, wafer, cookies, dll. Waktu memakannya juga disesuaikan dengan waktu rawan mual, misalnya sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari, sediakan sedikit cemilan untuk mengisi perut.

Pregnancy blues…
Di trimester kedua ini, saya sering tiba-tiba merasa blues, perasaan depresi, galau, sedih, dan ingin menangis. Perasaan ini timbul karena tiba-tiba saya dipikiran saya terlintas tentang pemikiran-pemikiran yang membuat saya sedih. Misalkan, tiba-tiba saja saya memikirkan bagaimana nanti jika bayi saya ketika sudah lahir menangis tengah malam? Bagaimana jika saya tidak bisa meredakan tangisannya? Bagaimana jika tidak ada dukungan dari suami dan orang-orang terdekat? Dan tak tahu kenapa semua pertanyaan itu membuat saya sedih.

Kondisi ini mirip dengan sindrom yang banyak orang kenal yaitu baby blues. Seperti yang diketahui, baby blues merupakan sindrom yang dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan bukan pada ibu hamil dan biasanya terjadi hingga 2 minggu setelah melahirkan. Jika kondisi diperparah dengan terus terjadi hingga lebih dari 2 minggu, maka ibu tersebut mengalami post partum depression (PPD) dan bisa memberikan dampak negatif yang berlanjut kepada ibu dan bayinya.

Jika dikutip dari http://www.babycenter.in/ depresi yang terjadi selama kehamilan itu bisa terjadi pada 10% lebih ibu hamil. Penyebabnya bisa karena depresi masa lalu, stress, kesepian, masalah kesuburan di masa lalu, masalah kehamilan yang sedang dialami (seperti morning sickness), dan penyiksaan yang pernah dialami.

Apa pun jenis depresi yang saya alami tersebut, saya harus sadar bahwa itu tidak baik bagi kesehatan lahir dan batin saya maupun bayi yang sedang dikandung. Oleh karena itu, saya mulai mencari-cari kegiatan yang dapat (setidaknya) membuat saya merasa happy. Berikut adalah pengalaman saya yang cukup ampuh untuk mengurangi depresi yang saya alami.

1. Memasak dan mencari menu baru. Di trimester pertama, saya hampir tidak pernah menyentuh kompor untuk memasak karena rasa mual yang saya alami jika mencium bau-bau masakan. Mulai masuk ke trimester kedua, saya mulai mau memasak walaupun masih ada bahan makanan tertentu yang membuat saya agak mual. Kegitan masak-memasak ini membuat mood saya kembali normal, apalagi tadi siang saya melihat video masak terbaru yang kelihatannya mudah dan enak untuk dicoba. Hmmm…

2. Mengobrol dengan kawan lama. Depresi yang saya alami biasanya muncul ketika saya mulai terdiam, ketika tidak ada yang saya kerjakan. Disanalah pemikiran-pemikan aneh yang membuat saya depresi muncul. Pada suatu saat ketika saya berbincang-bincang dengan kawan lama (tak sengaja bertemu dan akhirnya ngobrol panjang) saya justru lupa dengan depresi yang saya alami. Hati saya juga menjadi happy. Pada hari lain ketika depresi mulai memasuki pikiran saya lagi, saya coba mengirimkan pesan singkat ke kawan lama yang jarang saya sapa. Ternyata ampuh untuk menghilangkan depresi walau tak menjamin depresi itu akan datang lagi.

3. Membuat buku diary. Kadang kita tidak tahu kemana akan mencurahkan hati ketika depresi. Depresi itu sering datang ketika kita tidak sedang bersama suami. Akhirnya saya mencoba untuk menuliskan keluahan-keluahan yang saya alami di buku diary. Buku diary yang saya tulis pun saya berikan sedikit sentuhan warna-warna dan gambar-gambar menggunakan pensil warna agar mengembalikan mood happy.

4. Menonton film. Menonton film terbaru maupun yang sudah lawas menjadi salah satu kegiatan saya untuk menghilangkan depresi yang saya alami. Kemarin suami mengajak saya nonton film terbaru seperti kungfu panda dan superman vs batman.

5. Jalan-jalan bersama keluarga. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain bisa berkumpul bersama keluarga. Dengan duduk bersama orang-orang tercinta, dukungan pun mengalir tiada hentinya. Mereka akan membantu menguatkan kita dari depresi ketika hamil. Apalagi jika mengajak mereka sambil jalan-jalan, kebetulan ada libur panjang. Aahh… tidak ada yang saya ucapkan selain syukur karena memiliki keluarga yang menyenangkan

6. Berenang sepertinya oke. Karena kehamilan saya sudah memasuki 5 bulan maka saya sudah diperbolehkan beraktifitas olahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, senam ibu hamil dan lain sebagainya. Saya senang sekali berenang. Walaupun belum dicoba, tapi pasti menyenangkan.

7. Yang satu ini adalah kegiatan yang sangat ampuh untuk menghilangkan depresi saya yaitu shalat. Selain menjalankan kewajiban shalat 5 waktu, saya juga menambah intensitas shalat sunnahnya. Selain itu, membaca kitab suci Al-Quran juga membuat mood normal kembali. Tentu saja dengan menyucikan diri dengan berwudhu, memfokuskan niat shalat hanya karna Allah SWT, memanjatkan doa-doa, bersyukur, memohon ampun, dan meminta petunjuk akan membuat hati kita lebih tenang dan insya Allah memberikan manfaat yang luar biasa bagi ibu dan bayinya. Aamiin

Sekarang, saya sudah setengah perjalanan menuju dunia baru menjadi ibu. Tentunya masa-masa kehamilan ini saya manfaatkan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. Masa kehamilan ini juga saya manfaatkan untuk mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta karena atas karunianya bayi ini dapat tumbuh dengan sehat. Dan tak lupa untuk selalu happy… Semoga pengalaman ini bermafaat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s