9 Barang yang Wajib Dibawa Saat Melahirkan

_MG_0374.JPG

Bingung apa saja yang harus dibawa di dalam tas melahirkan?

Tak jarang para calon ibu bingung apa saja yang harus dipersiapkan dan dimasukan ke dalam tas melahirkan yang nantinya akan dibawa ke klinik bersalin/rumah sakit saat waktu melahirkan tiba. Apalagi bagi ibu baru, karena perlu membeli barang-barang baru untuk menyambut kelahiran anggota baru di keluarga kecilnya. Takutnya barang yang sudah dibeli jadi mubazir, tidak terpakai. Saya salah satunya yang merasakan kebingungan itu.

Akhirnya saya googling barang apa saya yang perlu dipersiapkan dan didapatkan daftar barang-barang apa saja yang perlu dipersiapkan. Ternyata, hasil googling tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi, beberapa barang yang telah saya beli beberapa menjadi tidak terpakai (karena tidak sesuai dengan kebutuhan) dan yang lainnya mungkin baru bisa dipakai ketika usia bayi sudah agak besar. Selain itu, ada tambahan barang ย yang tidak terdaftar sebelum saya melahirkan dan ternyata dibutuhkan ketika bayi sudah lahir. Berikut adalah daftar perlengkapan bayi dan ibu yang diperlukan.

Perlengkapan yang penting untuk dipersiapkan:

  1. Pakaian bayi: untuk calon ibu baru, membeli pakaian bayi menjadi sangat penting karena belum memiliki lungsuran dari anak sebelumnya. Beruntung jika mendapatkan lungsuran baju bayi dari sanak saudara, sehingga tidak perlu repot-repot membeli pakaian bayi. Pakaian bayi yang akan dibeli jangan terlalu banyak, karena biasanya banyak kerabat yang memberikan kado berupa baju bayi. Selain itu, pertumbuhan bayi begitu cepat, sehingga baju yang kita beli nanti, beberapa bulan ke depan sudah tidak cukup lagi untuk dikenakan bayi. Jangan lupa saat membeli baju perhatikan ukuran baju untuk bayi dan jenis pakaian apakah untuk bayi perempuan atau laki-laki. Pastikan pakaian tersebut memiliki ukuran untuk bayi umur 0-3 bulan.ย Pengalaman saya hanya membeli 7 pasang pakaian bayi yang terdiri dari baju, celana, kain bedong, dan popok kain. Saya sarankan tidak membeli lebih dari 10 pasang. Selain itu saya juga membeli beberapa potong topi bayi, kaus kaki dan tangan, dan sepatu kecil rajut. Saya ju ga membeli 2 potong baju untuk pergi/jalan-jalan/acara resmi.
  2. Popok bayi baru lahir (new born): untuk bayi baru lahir, memang disarankan untuk menggunakan popok kain agar kuantitas buang air kecil/besar bayi bisa terpantau. Tetapi, jika sedang keluar rumah, akan sangat merepotkan jika menggunakan popok kain. Saya membeli popok new born/new baby satu pak isi 28 popok dan ternyata jumlah tersebut masih kurang.
  3. Pembalut untuk nifas/maternity: pembalut ini sangat penting untuk ibu yang baru melahirkan karena akan mengalami nifas. Pembalut maternity memiliki panjang 40 cm, sehingga sesuai dengan kebutuhan nifas.
  4. Breast pad: pada awalnya saya pikir barang tidak begitu penting jadi hanya membeli 30 pads. Ternyata, ASI sering keluar begitu saja dan membasahi baju sehingga perlu disisipi breast pad ini di dalam bra.
  5. Perlengkapan mandi bayi: saya membeli satu paket perlengkapan mandi dan ternyata hanya terpakai sabun/sampo bayi dan minyak telon. Bayi tidak disarankan untuk dipakaikan kosmetik bayi telalu banyak karena ditakutkan akan termakan oleh bayi.
  6. Kain kasa dan kapas: pada saat itu saya tidak membeli kain kasa dan kapas. Ternyata dibutuhkan untuk membersihkan bayi. Penggunaan kapas basah untuk membersihkan kelamin dan anusnya. Pemakaian tisu basah tidak disarankan karena ada yang mengandung alkohol. Sedangkan kain kasa untuk bebat tali pusar dan untuk membersihkan oral/mulut bayi.
  7. Bra menyusui: bra ini diperlukan untuk ibu menyusui karena bagian depannya bisa dibuka tutup.
  8. Selimut bayi: barang ini diperlukan untuk melindungi bayi dari angin dan dingin ketika dibawa pulang dari rumah sakit
  9. Gendongan bayi: barang ini diperlukan saat membawa pulang bayi agar ibu tidak merasa berat dan aman

Ada beberapa barang yang dibeli namun tidak dipakai, salah satunya adalah botol susu bayi. Pada awalnya saya tidak mengetahui bahwa penggunaan botol susu bayi/dot tidak disarankan lagi untuk digunakan pada bayi walaupun untuk ASI perah. Sekarang, alat yang dapat digunakan untuk memberikan ASI perah adalah cup feeder, pipet, atau sendok.

Berikut adalah barang-barang yang dimasukan ke dalam tas melahirkan:

  1. Pakaian ibu. Sesuaikan dengan jumlah hari menginap dan usahakan pakaian memiliki kancing/sleting dibagian depan sehingga memudahkan ibu untuk menyusui.
  2. Pakaian dalam ibu
  3. Perlengkapan mandi
  4. Pakaian ganti untuk ayah
  5. Breast pad, pembalut, dan tissue
  6. Charger handphone
  7. Camera
  8. Sepasang pakaian bayi untuk pulang (baju, popok, kaus kaki dan tangan, dan bedong)
  9. Selimut dan gendongan untuk pulang

Setiap calon ibu dan bayi memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga mungkin apa yang saya bagikan tidak sesuai dengan kebutuhan calon ibu dan bayi lainnya. Semoga bermanfaat.

Pentingnya ASI bagi Bayi Baru Lahir

Memiliki seorang bayi merupakan anugerah terindah dalam hidup. Saking berharganya, banyak orang tua yang rela mengorbankan waktu dan materinya hanya untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anaknya. Semuanya diberikan secara eksklusif dan terbaik. Salah satunya adalah pemberian ASI eksklusif di awal-awal kehidupannya.

Saya mendengar sebuah pengalaman dari seorang ibu yang baru saja melahirkan. Bayi yang dilahirkan melalui proses sectio caesaria (SC) harus menerima susu formula di awal kehidupannya, padahal si bayi bisa mendapatkan ASI dari ibunya. Ibu tersebut mengaku kalau perawat di salah satu klinik bersalin memberitahu agar keluarga dari si bayi membelikan susu formula untuk bayi karena bayi demam. Padahal jika bayi demam, obatnya adalah ASI. Karena pengetahuan keluarga yang kurang tentang pentingnya ASI dan kondisi ibu yang masih labil (karena habis melahirkan), akhirnya keluarga si bayi membelikan susu formula dan diberikan kepada perawat.

Beberapa saat setelah bayi dilahirkan pun tidak dilakukan inisiasi menyusui dini (IMD) yang dapat mencegah kematian pada bayi. Padahal, meskipun melalui proses SC, ibu tetap bisa melaksanakan IMD sesuai dengan kondisi ibu. Jika memungkinkan, IMD dapat dilaksanakan ketika perut ibu sedang dijahit (bius setengah badan) karena operasi SC. Jika ibu dibius total, maka IMD dapat dilaksanakan setelah kondisi ibu membaik.

Dari cerita tersebut, sangat disayangkan jika waktu yang hanya terjadi seumur hidup pada bayi terlewat begitu saja. Padahal waktu-waktu tersebut merupakan periode emas bagi si bayi dan akan menentukan kondisi tubuhnya di masa yang akan datang. ย Dalam analisis saya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan serupa. Yang pertama adalah kurangnya pengetahuan mengenai ASI apalagi oleh keluarga baru/kehamilan pertama karena belum memiliki pengalaman (termasuk saya). Sudah seharusnya keluarga baru mencari-cari tahu tentang ASI dan perkembangan pengetahuannya. Pengetahuan juga bisa didapatkan dari orangtua kita. Tetapi ingat, belum tentu apa yang dilakukan oleh orangtua kita dulu adalah cara yang benar. Misalnya dulu sering dipakaikan empeng atau dot padahal dot sudah tidak dianjurkan lagi digunakan walaupun untuk ASI perah. Yang kedua adalah membagikan pengetahuan tersebut kepada orang-orang terdekat karena pada saat menyusui nanti kita akan dibantu oleh orang-orang terdekat sehingga tidak ada kesalahan dalam manajemen laktasi.

ASI yang merupakan seingkatan dari Air Susu Ibu adalah makanan pertama yang wajib diberikan kepada bayi sejak ia lahir ke dunia hingga paling tidak 2 tahun ke depan. Bahkan hingga umurnya mencapai 6 bulan, bayi tidak dianjurkan untuk diberi asupan makanan/minuman selain ASI termasuk susu formula. Hal tersebut karena dalam ASI terdapat sejuta manfaat bagi bayi dibandingkan dengan susu formula. Berikut adalah beberapa manfaat dari ASI bagi bayi:

  1. Kolostrum (ASI pertama yang keluar berwarna kuning/jingga) merupakan pelindung bagi bayi yang baru lahir karena mengandung antibodi yang memberikan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit
  2. Mengurangi risiko terkena penyakit diabetes, sepsis, asma, alergi, gangguan saluran pernapasan, diare, kanker, kekurangan gizi, dan berbagai penyakit lainnya
  3. Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang tidak didapatkan dari makanan/minuman manapun
  4. Mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi
  5. Mendekatkan ikatan batin dengan ibu karena ada kontak antara kulit dan kulit
  6. Selalu tersedia dan tidak mengeluarkan biaya
  7. Dan lain-lain

Menyusun Birth Plan

Di Indonesia sendiri, birth plan atau surat permohonan pelaksanaan kelahiran belum populer seperti di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris. Namun, hal ini penting untuk diketahui dan didiskusikan calon ibu, keluarga, dan tim medis yang akan menangani proses kelahiran. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa diajukan

  1. Apakah tipe persalinan yang akan dilaksanakan, normal atau SC? Jika SC apa penyebabnya?
  2. Tipe bius apa yang akan diterima? Apa saja pilihan pengurang rasa sakit?
  3. Utarakan suasana melahirkan yang diinginkan, misalnya didampingi oleh suami atau keluarga lainnya serta posisi melahirkan yang nyaman dan aman
  4. Diskusikan tentang penundaan pemotongan tali pusat, pelaksanaan IMD, pemberian vit K dan salep mata profilaksis, imunisasi hepatitis B (dalam 12 jam kelahiran) dan BCG serta polio sebelum pulang, rawat gabung bayi dan ibu, ASI eksklusif (tanpa asupan lain), tidak diberi empeng/dot, dan dibantu dalam pelaksanaan menyusui.
  5. Pemeriksaan bilirubin dilakukan jika bayi kuning pada usia 24 jam pertama, bayi sangat kuning, kecurigaan hemolisis, dan bayi diduga sepsis
  6. Pemeriksaan lain pada bayi meliputi tes pendengaran OAE, tes glukosa, tes TSH, tes G6PD, dan pengukuran penimbangan.
  7. Tim medis diharuskan menjelaskan rencana serta tidakan yang dilakukan dan melalui persetujuan keluarga bayi

Pentingnya pengetahuan tentang ASI dapat mengurangi angka kematian pada bayi dan mendukung kesehatan bayi yang berkelanjutan hingga ia besar nanti. Jadi, ayo dukung ASI ekslusif pada bayi!

Sumber: Monika, FB. 2014. Buku Pintar ASI dan Menyusui. Jakarta: Penerbit Noura Books