#tentangmpasikana 1

Pas umur Kana 6 bulan, rasanya plong deh bisa ngasih asi eksklusif di tengah-tengah saya bekerja full time. Agak khawatir sih karena Kana sempet ngga mau nyusu selain langsung dari sumbernya. Tapi, seiring dengan jalannya waktu, mungkin karena terpaksa juga terbiasa, Kana mau nyusu dari botol. Karena pakai dot, meskipun katanya dot ini anti bingung puting, ternyata mengubah caranya menghisap. Waktu Kana menyusui dari ibunya, gerakan rahangnya seperti mengunyah. Tapi sekarang setelah terbiasa dengan dot, gerakan mulutnya menjadi menyedot (dengan lidah yang sedikit dikeluarkan). Alhamdulillah sejauh ini Kana tidak bingung puting.

Di awal Kana umur 6 bulan membuat saya sedikit bingung mengenai cara makan yang  yang akan saya terapkan kepada anak saya. WHO menyarankan agar anak diberikan makanan pendamping asi dari umur 6 bulan hingga 24 bulan. Mengapa pendamping asi? Karena meskipun anak sudah makan makanan berat, asi wajib diberikan hingga umur 2 tahun karena nutrisi optimal selama periode ini menurunkan morbiditas dan mortalitas, mengurangi risiko penyakit kronis, dan mendorong perkembangan yang lebih baik secara keseluruhan.

Kembali ke leptop. Saya masih termasuk awam dalam hal urus-mengurus anak. Semuanya saya jalani sambil belajar. Dalam ingatan saya terekam, saat adik sepupu dan keponakan saya masih bayi, memang makanan yang diberikan dalam bentuk bubur: nasi, sayuran, lauk pauk diblender jadi satu kemudian disaring lagi.  Hmmm… i can’t imagine how’s it taste?.

Salah seorang teman di instagram sering memposting tentang cara menyapih dengan metode BLW atau baby led-weaning. Artinya bayi yang menentukan bagaimana ia akan memulai makan. Orang tua hanya memfasilitasi saja. Intinya kita memberikan makanan yang asli tanpa dihancurkan menjadi bubur dan membiarkan bayi menentukan makanan mana yang ingin ia makan.

Kalau makan sendiri, nanti anak tidak kenyang? Tenang saja, karena asupan utama bayi masih asi. Seiring dengan waktu sambil belajar mengatasi makanannya, ia akan menyadari bahwa ia membutuhkan makanan dalam jumlah lebih banyak. Dan semua itu bisa ia atasi sendiri tanpa disuapi.

Berikut adalah pengalaman dari perjalanan MPASI Kana di 3 bulan pertama

  1. Makanan pertama yang dikasih oleh  saya kepada Kana adalah brokoli yang telah direbus. Ekspektasi awal saya, ia akan memakan 2-3 potongan kecil brokoli. Saat ia mulai mengambil brokoli kemudian dimasukan ke mulut, ternyata langsung ia keluarkan lagi. Malah, brokolinya dimain-mainin.
  2. Minggu-minggu pertama masih dikasih buah-buahan seperti pisang, buah naga, dan pepaya. Sayurannya seperti gambas/labu siam dan timun. Karena takut Kana bosan, saya mulai menyajikan makanan-makanan olahan seperti puding pisang, telur kukus, dsb. Untuk makanan yang ditumis saya pakai unsalted butter. pengolahannya pun belum menggunakan garam dan gula.
  3. Di umur 8 bulan, Kana mulai merasa lapar, artinya dia ingin makan, bukan susu. Ia mulai bergabung dengan keluarga saat makan bersama. Kana lebih senang jika makan bersama. Waktu makannya juga lebih banyak. Tiga kali makan berat, dua kali snack time.
  4. Bisa dibilang 50:50 makan yang disuapi dengan makan sendiri. Biasanya disuapi karena ibunya takut bajunya kotor (hehehe) dan sedang makan di luar rumah. Kalau sedang di rumah Kana saya biarkan makan sendiri, kecuali makan-makanan yang mengandung air banyak seperti soup.
  5. Kana cenderung mau mencoba makanan dulu. Tidak dilihat penampilan makanannya. Tapi jika ia menolak, saya tidak akan memaksakannya. Karena bisa jadi ia sedang tidak mau makan, bukan karena ia tidak suka. Pernah saya berikan kentang pertama kali namun Kana menolak. Tetapi pas saya berikan lagi di lain hari, Kana mau makan kentang.
  6. Saat ini (di umurnya jalan 10 bulan) Kana bisa dikatakan “suka makan”

Penentuan metode MPASI terngantung masing-masing anak dan orang tua. Saya memilih metode ini karena masuk akal. Karena dengan membiarkan mereka bereksplore dengan makanannya dan yang jelas pengen buat anak merasa hepi ketika makan. Kebayang ngga, saat balita nanti, anak makannya masih disuapi dan harus kejar-kejaran, jalan-jalan ke luar rumah, sambil main-main daannn, anak ngunyahnya lama atau bahkan tutup mulut ngga mau makan. Ibunya sendiri nanti yang capek. mending capek beres-beresin remeh-remehan makanannya untuk beberapa bulan saja dan nikmati masa tenang di tahun-tahun setelahnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s