Mother's Life

#tentangmpasikana : Nafsu Makan

Salah satu yang paling saya waspadai adalah jangan sampai anak saya nanti susah makan. Kalau flashback waktu jaman ibu Kana masih kecil, seingat saya, saya memang susah makannya. Yang paling diingat tuh kalau dikasih makan yang pertama dilakukan adalah menyisihkan setengah makanannya. Setengah yang pertama untuk dihabiskan, setengah yang lain tidak dimakan dengan alasan sudah kenyang. Paling males deh kalau makan. Ngga tau alasannya kenapa, karena ngga ada yang pernah nyari tau. Pas udah masuk SMP, karena pengen penggemukan juga, makan harus nambah walaupun Cuma sedikit. Dan berhasil.

Pas pertama kali Kana makan, kalau ngga salah 6 Bulan 2 hari, saya beri Kana Brokoli rebus yang dipotong kecil-kecil tapi masih bisa digenggam. Eh, ternyata ngga mau. Malah dibenyek-benyek. Saya coba berkomitmen tidak memaksakan kalau anak tidak mau. Kalau tidak salah hari itu, hanya makan brokoli yang dia tidak mau. Hari esoknya, saya beri biskuit bayi. Dia suka banget. Meskipun tidak terlalu manis, saya mencoba membatasi makan biskuit itu. Lalu saya coba kasih buah yang manis-manis. Pisang, buah naga, mentimun, ternyata suka juga.

Ada masa-masa ketika KP_20170702_074255ana tidak mau makan sama sekali, yaitu pada saat kanaΒ  Sakit atau mau tumbuh gigi. Pernah pada saat Kana tumbuh gigi, karena jarak tumbuh gigi nya berdekatan, saya stress juga. Ko kana tidak mau makan. Takut anaknya laper. Yang saya lakukan hanyalah memberikan opsi makanan lainnya yang kiranya dia mau makan. Yaah, kembali lagi ke biskuit. Itupun hanya setengah yang mampu ia makan.

Pada saat umur 10 bulan, nafsu makannya mulai bertambah. Giginya sudah 4. Sampai umur 1 tahun giginya masih 4. Menjelang 13 bulan, mulai terlihat 2 gigi seri atasnya tumbuh. Sekarang, dia sudah bisa minta makan. Apalagi kalau liat orang makan. Tidak sabar untuk masalah makan. Hampir semuanya ia mau coba.

Kana makannya disuapi, karena dia yang minta. Kalau saya minta kana makan sendiri, biasanya dia teriak-teriak minta disuapi. Saya menduga karena ia sudah kelaparan. Kalau tidak begitu lapar, Kana mau makan sendiri dan akan mengeksplore makanannya dulu. Dia akan memegang makanan tersebut. Kalau teksturnya agak basah, dia butuh lebih lama mengeksplore. Mungkin agak jijik.

Sekarang, saya mau mengajarkan Kana bagaimana menggunakan alat makan. Kemarin sih, sempat saya ajarkan pakai garpu untuk makan pisang bakar. Agak ngeri sih. Tapi ternyata ia bisa. Kalau sendok pernah juga diajarkan. Tapi sebelum masuk mulut sudah tumpah semua.

Kalau kata orang, kana makannya banyak. Relatif sih, dia hanya mau makan. Kalau banyak sih ngga. Mungkin porsinya jauh lebih sedikit jika dibandingkan porsi orang dewasa. Tapi, alhamdulillah. Nafsu makannya baik.

Menurut saya, ada beberapa hal yang membuat nafsu makan kana bagus. Yang pertama adalah karena Kana minum ASI. Ini memungkinkan bagi kana untuk merasakan rasa-rasa makanan dari ASI ibunya. Kalau kata orang, rasa ASI hampir sama dengan rasa makanan yang ibunya makan. Meskipun rasanya samar-samar. Saya sih percaya dengan itu. Karena pernah waktu kana umur 1 bulan, dokter bilang dia alergi dan ibunya diminta untuk tidak makan diary product, seafood, kacang-kacangan, dan lain-lain yang bisa menjadi indikasi alergi. Bulan berikutnya saya makan seperti biasa, tanpa pantangan ternyata kana sudah tidak alergi. Saya rasa pengaruh makanan yang ibunya makan juga berpengaruh terhadap rasanya. Ini yang membuat kana mau makan apa saja.

Yang kedua adalah kondisi tubuh kana yang sehat. Saya belum pernah cek-cek kesehatan kana ke dokter anak secara rutin, tapi kata orang kalau anak kurang zat besi bisa berakibat anak susah makan. Selain itu kondisi tubuh anak yang tidak sehat, membuat badannya tidak enak dan tidak nafsu makan. Ini yang menyebabkan banyak orang yang bilang kalau nafsu makan anaknya bertambah ketika habis dipijat bayi.

Yang ketiga adalah kana tidak trauma dengan makan. Seperti yang sudah saya bilang tadi. Saya berusaha supaya tidak memaksa kana untuk makan. Jika ia tidak mau, ya sudah tidak perlu dipaksa. Saya bisa tawarkan makanan jika kana sudah lapar. Karena kalau anak trauma, dipaksa-paksa (padahal mungkin anaknya sudah kenyang habis minum susu) membuat anak tidak nyaman dan tidak mau makan.

Mungkin setiap orang berbeda-beda. Tidak ada yang sama. Coba lakukan observasi, kenapa anak tidak mau makan. Pasti ada penyebabnya. Karena pola makan yang terbentuk pada saat masih kecil akan terbawa hingga dewasa. Jika anak dipaksa-paksa makan, mungkin akan menyebabkan dia tidak mengenal kenyang dan berakibat obesitas di kemudian hari

https://www.romper.com/p/can-food-make-your-breast-milk-taste-different-11895

http://balitapedia.com/bahaya-kekurangan-zat-besi-pada-balita-dan-cara-mengatasinya/201

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s