#tentangmpasikana 1

Pas umur Kana 6 bulan, rasanya plong deh bisa ngasih asi eksklusif di tengah-tengah saya bekerja full time. Agak khawatir sih karena Kana sempet ngga mau nyusu selain langsung dari sumbernya. Tapi, seiring dengan jalannya waktu, mungkin karena terpaksa juga terbiasa, Kana mau nyusu dari botol. Karena pakai dot, meskipun katanya dot ini anti bingung puting, ternyata mengubah caranya menghisap. Waktu Kana menyusui dari ibunya, gerakan rahangnya seperti mengunyah. Tapi sekarang setelah terbiasa dengan dot, gerakan mulutnya menjadi menyedot (dengan lidah yang sedikit dikeluarkan). Alhamdulillah sejauh ini Kana tidak bingung puting.

Di awal Kana umur 6 bulan membuat saya sedikit bingung mengenai cara makan yang  yang akan saya terapkan kepada anak saya. WHO menyarankan agar anak diberikan makanan pendamping asi dari umur 6 bulan hingga 24 bulan. Mengapa pendamping asi? Karena meskipun anak sudah makan makanan berat, asi wajib diberikan hingga umur 2 tahun karena nutrisi optimal selama periode ini menurunkan morbiditas dan mortalitas, mengurangi risiko penyakit kronis, dan mendorong perkembangan yang lebih baik secara keseluruhan.

Kembali ke leptop. Saya masih termasuk awam dalam hal urus-mengurus anak. Semuanya saya jalani sambil belajar. Dalam ingatan saya terekam, saat adik sepupu dan keponakan saya masih bayi, memang makanan yang diberikan dalam bentuk bubur: nasi, sayuran, lauk pauk diblender jadi satu kemudian disaring lagi.  Hmmm… i can’t imagine how’s it taste?.

Salah seorang teman di instagram sering memposting tentang cara menyapih dengan metode BLW atau baby led-weaning. Artinya bayi yang menentukan bagaimana ia akan memulai makan. Orang tua hanya memfasilitasi saja. Intinya kita memberikan makanan yang asli tanpa dihancurkan menjadi bubur dan membiarkan bayi menentukan makanan mana yang ingin ia makan.

Kalau makan sendiri, nanti anak tidak kenyang? Tenang saja, karena asupan utama bayi masih asi. Seiring dengan waktu sambil belajar mengatasi makanannya, ia akan menyadari bahwa ia membutuhkan makanan dalam jumlah lebih banyak. Dan semua itu bisa ia atasi sendiri tanpa disuapi.

Berikut adalah pengalaman dari perjalanan MPASI Kana di 3 bulan pertama

  1. Makanan pertama yang dikasih oleh  saya kepada Kana adalah brokoli yang telah direbus. Ekspektasi awal saya, ia akan memakan 2-3 potongan kecil brokoli. Saat ia mulai mengambil brokoli kemudian dimasukan ke mulut, ternyata langsung ia keluarkan lagi. Malah, brokolinya dimain-mainin.
  2. Minggu-minggu pertama masih dikasih buah-buahan seperti pisang, buah naga, dan pepaya. Sayurannya seperti gambas/labu siam dan timun. Karena takut Kana bosan, saya mulai menyajikan makanan-makanan olahan seperti puding pisang, telur kukus, dsb. Untuk makanan yang ditumis saya pakai unsalted butter. pengolahannya pun belum menggunakan garam dan gula.
  3. Di umur 8 bulan, Kana mulai merasa lapar, artinya dia ingin makan, bukan susu. Ia mulai bergabung dengan keluarga saat makan bersama. Kana lebih senang jika makan bersama. Waktu makannya juga lebih banyak. Tiga kali makan berat, dua kali snack time.
  4. Bisa dibilang 50:50 makan yang disuapi dengan makan sendiri. Biasanya disuapi karena ibunya takut bajunya kotor (hehehe) dan sedang makan di luar rumah. Kalau sedang di rumah Kana saya biarkan makan sendiri, kecuali makan-makanan yang mengandung air banyak seperti soup.
  5. Kana cenderung mau mencoba makanan dulu. Tidak dilihat penampilan makanannya. Tapi jika ia menolak, saya tidak akan memaksakannya. Karena bisa jadi ia sedang tidak mau makan, bukan karena ia tidak suka. Pernah saya berikan kentang pertama kali namun Kana menolak. Tetapi pas saya berikan lagi di lain hari, Kana mau makan kentang.
  6. Saat ini (di umurnya jalan 10 bulan) Kana bisa dikatakan “suka makan”

Penentuan metode MPASI terngantung masing-masing anak dan orang tua. Saya memilih metode ini karena masuk akal. Karena dengan membiarkan mereka bereksplore dengan makanannya dan yang jelas pengen buat anak merasa hepi ketika makan. Kebayang ngga, saat balita nanti, anak makannya masih disuapi dan harus kejar-kejaran, jalan-jalan ke luar rumah, sambil main-main daannn, anak ngunyahnya lama atau bahkan tutup mulut ngga mau makan. Ibunya sendiri nanti yang capek. mending capek beres-beresin remeh-remehan makanannya untuk beberapa bulan saja dan nikmati masa tenang di tahun-tahun setelahnya.

3 Hal yang Wajib Dipersiapkan Busui Pekerja Sebelum Meninggalkan Anak

unduhan

Seminggu pertama masuk kerja setelah sebelumnya cuti melahirkan 3 bulan, membuat saya harus  beradaptasi lagi di kantor. Keresahan yang saya alami mungkin juga dialami oleh para ibu-ibu yang baru saja mengakhiri cuti melahirkannya. Berbagai kekhawatiran pun muncul mulai dari pengasuh bayi, ketersediaan asi, kerewelan bayi saat ditinggalkan ibunya, cara memberikan asip oleh pengasuhnya, dan lain sebagainya. Saya pun salah satunya yang mengalami itu dan saya mau berbagi pengalaman ketika saya harus pergi kerja kembali.

  1. Pengasuh bayi

Hal pertama yang saya pikirkan sejak saya hamil adalah ‘siapa yang mengasuh bayi saya nanti ketika kembali kerja dari cuti melahirkan?’. Beruntunglah bagi bayi yang masih mempunyai nenek, karena nenek dari ibu/ayahnya adalah pengasuh terbaik ketika kita sedang tidak berada di dekat bayi. Selain ada kedekatan emosi, kita juga tahu betul bagaimana watak dari nenek si bayi. Sehingga dengan mudah kita meminta untuk mengasuh bayi. Biasanya nenek juga akan dengan senang hati merawat cucunya. Sayangnya, ibu dari ayah Kana jauh dari tempat tinggal saya sekarang dan ibu dari saya yang masih bekerja. Akhirnya saya memutuskan untuk menitipkannya ke kakak dari ibu saya. Selain masih dekat ikatan kekeluargaannya, ia juga free berada di rumah.

Pengasuh bayi selain dari keluarga dekat memang tidak disarankan. Apalagi banyak pemberitaan yang menayangkan kekerasan pada bayi, penculikan, penganiayaan, hingga pembunuhan. Jika terpaksa pastikan ibu punya data lengkap si pengasuh, kalau perlu datang ke rumahnya langsung.

Tidak hanya itu, tugas kita selanjutnya adalah memberikan training untuk mengasuh bayi. Bukan hanya cara memandikan, memberikan asip, atau menidurkannya tetapi juga pola asuh yang sudah kita bangun misalnya cara berbicara dan bersikap kepada anak. Memang agak sulit karena kita berbicara kepada senior yang sudah berpengalaman (nenek) mengasuh kita sewaktu kecil. Tapi bicaralah dengan baik dan beri pengertian/alasan agar pengasuh tahu kenapa hal tersebut perlu dilakukan.

2. Persiapan ASIP

ASI perah sangat diperlukan bagi bayi yang akan ditinggal kerja oleh ibunya, mengingat pentingnya asi bagi kesehatan dan pertumbuhan si kecil. Manfaat yang luar biasa akan dirasakan oleh bayi sekarang hingga nanti ia dewasa. Oleh karena itu diwajibkan memberi asi eksklusif (tidak diberi apa-apa selain asi) sampai umur 6 bulan, kemudian dilanjutkan hingga 2 tahun dengan didampingi makanan pendamping ASI.

Ada beberapa barang yang wajib dimiliki oleh ibu pekerja yang ingin menabung ASIP. Persiapan menabung ASIP harus dimulai sejak ibu masih hamil. Tentu saja bukan ASI nya, tetapi perlengkapannya seperti Freezer, Pompaan ASI, botol ASIP, tas ASIP, ice gel, dan lain-lain. Freezer sangat dibutuhkan karena di dalam freezer ASI bisa bertahan lebih lama. ASI mampu bertahan kurang lebih 1 minggu di freezer di kulkas 1 pintu, 3 bulan di freezer kulkas 2 pintu, dan 6-12 bulan di freezer khusus. Sekarang tinggal ibu memilih mana yang cocok untuk menyimpan ASIP nya. Pompaan ASIP tentu saja diperlukan untuk memerah ASI. Ada yang manual dan elektrik. Kemudian ASIP disimpan di dalam botol ASIP atau kantong ASIP. Tas ASIP yang disisipi ice gel berfungsi untuk membawa ASI perahannya dari kantor ke rumah . Karena dilapisi alumunium foil, ice gel tetap dingin dan dapat mendinginkan ASIP.

3. Persiapan Mental

Persiapan mental ini perlu dilatih  sedini mungkin. Sejak kana 1 bulan, saya mulai memberikan ASIP kepada Kana meskipun tidak sering. Ternyata Kana tidak mau menggunakan dot untuk minum ASIP, sehingga saya mencari alternatif lain seperti pipet, sendok, atau cupfeeder. Usahakan saat belajar minum ASIP, ibu sedikit menjauh dengan anak. Mintalah pengasuhnya untuk memberikan ASIP atau kalau perlu ajarkan pula cara memberikannya (bisa melihat video di youtube). Ibu bisa main keluar, jalan-jalan di mall, dan lain-lain. Karena bayi kenal bau ibunya yang memproduksi ASI.

Seperti yang saya bilang tadi, ibu perlu sedikit rileks dengan berjalan-jalan di mall atau ke salon. Luangkan waktu untuk menitipkan anak. Ibu bisa keluar selama 1 jam, kemudian ditambah lagi waktunya menjadi 2 jam, 3 jam, dan seterusnya. Sehingga anak terbiasa jika ibunya tidak ada dalam pandangannya. Ingat, jangan kabur. Lebih baik jika ibu ijin terlebih dahulu kepada anak. “Nak, ibu pergi dulu ya. Kamu sama nenek dulu. Nanti minum susunya yang baik ya…”

Memang meninggalkan anak yang masih membutuhkan kita tidaklah mudah. Tetapi kita tetap bisa memberikan kebutuhannya selama kita bekerja asalkan kita mempersiapkannya dengan baik, tetap semangat dan bahagia.

9 Barang yang Wajib Dibawa Saat Melahirkan

_MG_0374.JPG

Bingung apa saja yang harus dibawa di dalam tas melahirkan?

Tak jarang para calon ibu bingung apa saja yang harus dipersiapkan dan dimasukan ke dalam tas melahirkan yang nantinya akan dibawa ke klinik bersalin/rumah sakit saat waktu melahirkan tiba. Apalagi bagi ibu baru, karena perlu membeli barang-barang baru untuk menyambut kelahiran anggota baru di keluarga kecilnya. Takutnya barang yang sudah dibeli jadi mubazir, tidak terpakai. Saya salah satunya yang merasakan kebingungan itu.

Akhirnya saya googling barang apa saya yang perlu dipersiapkan dan didapatkan daftar barang-barang apa saja yang perlu dipersiapkan. Ternyata, hasil googling tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan kita. Jadi, beberapa barang yang telah saya beli beberapa menjadi tidak terpakai (karena tidak sesuai dengan kebutuhan) dan yang lainnya mungkin baru bisa dipakai ketika usia bayi sudah agak besar. Selain itu, ada tambahan barang  yang tidak terdaftar sebelum saya melahirkan dan ternyata dibutuhkan ketika bayi sudah lahir. Berikut adalah daftar perlengkapan bayi dan ibu yang diperlukan.

Perlengkapan yang penting untuk dipersiapkan:

  1. Pakaian bayi: untuk calon ibu baru, membeli pakaian bayi menjadi sangat penting karena belum memiliki lungsuran dari anak sebelumnya. Beruntung jika mendapatkan lungsuran baju bayi dari sanak saudara, sehingga tidak perlu repot-repot membeli pakaian bayi. Pakaian bayi yang akan dibeli jangan terlalu banyak, karena biasanya banyak kerabat yang memberikan kado berupa baju bayi. Selain itu, pertumbuhan bayi begitu cepat, sehingga baju yang kita beli nanti, beberapa bulan ke depan sudah tidak cukup lagi untuk dikenakan bayi. Jangan lupa saat membeli baju perhatikan ukuran baju untuk bayi dan jenis pakaian apakah untuk bayi perempuan atau laki-laki. Pastikan pakaian tersebut memiliki ukuran untuk bayi umur 0-3 bulan. Pengalaman saya hanya membeli 7 pasang pakaian bayi yang terdiri dari baju, celana, kain bedong, dan popok kain. Saya sarankan tidak membeli lebih dari 10 pasang. Selain itu saya juga membeli beberapa potong topi bayi, kaus kaki dan tangan, dan sepatu kecil rajut. Saya ju ga membeli 2 potong baju untuk pergi/jalan-jalan/acara resmi.
  2. Popok bayi baru lahir (new born): untuk bayi baru lahir, memang disarankan untuk menggunakan popok kain agar kuantitas buang air kecil/besar bayi bisa terpantau. Tetapi, jika sedang keluar rumah, akan sangat merepotkan jika menggunakan popok kain. Saya membeli popok new born/new baby satu pak isi 28 popok dan ternyata jumlah tersebut masih kurang.
  3. Pembalut untuk nifas/maternity: pembalut ini sangat penting untuk ibu yang baru melahirkan karena akan mengalami nifas. Pembalut maternity memiliki panjang 40 cm, sehingga sesuai dengan kebutuhan nifas.
  4. Breast pad: pada awalnya saya pikir barang tidak begitu penting jadi hanya membeli 30 pads. Ternyata, ASI sering keluar begitu saja dan membasahi baju sehingga perlu disisipi breast pad ini di dalam bra.
  5. Perlengkapan mandi bayi: saya membeli satu paket perlengkapan mandi dan ternyata hanya terpakai sabun/sampo bayi dan minyak telon. Bayi tidak disarankan untuk dipakaikan kosmetik bayi telalu banyak karena ditakutkan akan termakan oleh bayi.
  6. Kain kasa dan kapas: pada saat itu saya tidak membeli kain kasa dan kapas. Ternyata dibutuhkan untuk membersihkan bayi. Penggunaan kapas basah untuk membersihkan kelamin dan anusnya. Pemakaian tisu basah tidak disarankan karena ada yang mengandung alkohol. Sedangkan kain kasa untuk bebat tali pusar dan untuk membersihkan oral/mulut bayi.
  7. Bra menyusui: bra ini diperlukan untuk ibu menyusui karena bagian depannya bisa dibuka tutup.
  8. Selimut bayi: barang ini diperlukan untuk melindungi bayi dari angin dan dingin ketika dibawa pulang dari rumah sakit
  9. Gendongan bayi: barang ini diperlukan saat membawa pulang bayi agar ibu tidak merasa berat dan aman

Ada beberapa barang yang dibeli namun tidak dipakai, salah satunya adalah botol susu bayi. Pada awalnya saya tidak mengetahui bahwa penggunaan botol susu bayi/dot tidak disarankan lagi untuk digunakan pada bayi walaupun untuk ASI perah. Sekarang, alat yang dapat digunakan untuk memberikan ASI perah adalah cup feeder, pipet, atau sendok.

Berikut adalah barang-barang yang dimasukan ke dalam tas melahirkan:

  1. Pakaian ibu. Sesuaikan dengan jumlah hari menginap dan usahakan pakaian memiliki kancing/sleting dibagian depan sehingga memudahkan ibu untuk menyusui.
  2. Pakaian dalam ibu
  3. Perlengkapan mandi
  4. Pakaian ganti untuk ayah
  5. Breast pad, pembalut, dan tissue
  6. Charger handphone
  7. Camera
  8. Sepasang pakaian bayi untuk pulang (baju, popok, kaus kaki dan tangan, dan bedong)
  9. Selimut dan gendongan untuk pulang

Setiap calon ibu dan bayi memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga mungkin apa yang saya bagikan tidak sesuai dengan kebutuhan calon ibu dan bayi lainnya. Semoga bermanfaat.

Pentingnya ASI bagi Bayi Baru Lahir

Memiliki seorang bayi merupakan anugerah terindah dalam hidup. Saking berharganya, banyak orang tua yang rela mengorbankan waktu dan materinya hanya untuk kesehatan dan kesejahteraan anak-anaknya. Semuanya diberikan secara eksklusif dan terbaik. Salah satunya adalah pemberian ASI eksklusif di awal-awal kehidupannya.

Saya mendengar sebuah pengalaman dari seorang ibu yang baru saja melahirkan. Bayi yang dilahirkan melalui proses sectio caesaria (SC) harus menerima susu formula di awal kehidupannya, padahal si bayi bisa mendapatkan ASI dari ibunya. Ibu tersebut mengaku kalau perawat di salah satu klinik bersalin memberitahu agar keluarga dari si bayi membelikan susu formula untuk bayi karena bayi demam. Padahal jika bayi demam, obatnya adalah ASI. Karena pengetahuan keluarga yang kurang tentang pentingnya ASI dan kondisi ibu yang masih labil (karena habis melahirkan), akhirnya keluarga si bayi membelikan susu formula dan diberikan kepada perawat.

Beberapa saat setelah bayi dilahirkan pun tidak dilakukan inisiasi menyusui dini (IMD) yang dapat mencegah kematian pada bayi. Padahal, meskipun melalui proses SC, ibu tetap bisa melaksanakan IMD sesuai dengan kondisi ibu. Jika memungkinkan, IMD dapat dilaksanakan ketika perut ibu sedang dijahit (bius setengah badan) karena operasi SC. Jika ibu dibius total, maka IMD dapat dilaksanakan setelah kondisi ibu membaik.

Dari cerita tersebut, sangat disayangkan jika waktu yang hanya terjadi seumur hidup pada bayi terlewat begitu saja. Padahal waktu-waktu tersebut merupakan periode emas bagi si bayi dan akan menentukan kondisi tubuhnya di masa yang akan datang.  Dalam analisis saya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan serupa. Yang pertama adalah kurangnya pengetahuan mengenai ASI apalagi oleh keluarga baru/kehamilan pertama karena belum memiliki pengalaman (termasuk saya). Sudah seharusnya keluarga baru mencari-cari tahu tentang ASI dan perkembangan pengetahuannya. Pengetahuan juga bisa didapatkan dari orangtua kita. Tetapi ingat, belum tentu apa yang dilakukan oleh orangtua kita dulu adalah cara yang benar. Misalnya dulu sering dipakaikan empeng atau dot padahal dot sudah tidak dianjurkan lagi digunakan walaupun untuk ASI perah. Yang kedua adalah membagikan pengetahuan tersebut kepada orang-orang terdekat karena pada saat menyusui nanti kita akan dibantu oleh orang-orang terdekat sehingga tidak ada kesalahan dalam manajemen laktasi.

ASI yang merupakan seingkatan dari Air Susu Ibu adalah makanan pertama yang wajib diberikan kepada bayi sejak ia lahir ke dunia hingga paling tidak 2 tahun ke depan. Bahkan hingga umurnya mencapai 6 bulan, bayi tidak dianjurkan untuk diberi asupan makanan/minuman selain ASI termasuk susu formula. Hal tersebut karena dalam ASI terdapat sejuta manfaat bagi bayi dibandingkan dengan susu formula. Berikut adalah beberapa manfaat dari ASI bagi bayi:

  1. Kolostrum (ASI pertama yang keluar berwarna kuning/jingga) merupakan pelindung bagi bayi yang baru lahir karena mengandung antibodi yang memberikan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit
  2. Mengurangi risiko terkena penyakit diabetes, sepsis, asma, alergi, gangguan saluran pernapasan, diare, kanker, kekurangan gizi, dan berbagai penyakit lainnya
  3. Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang tidak didapatkan dari makanan/minuman manapun
  4. Mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi
  5. Mendekatkan ikatan batin dengan ibu karena ada kontak antara kulit dan kulit
  6. Selalu tersedia dan tidak mengeluarkan biaya
  7. Dan lain-lain

Menyusun Birth Plan

Di Indonesia sendiri, birth plan atau surat permohonan pelaksanaan kelahiran belum populer seperti di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris. Namun, hal ini penting untuk diketahui dan didiskusikan calon ibu, keluarga, dan tim medis yang akan menangani proses kelahiran. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa diajukan

  1. Apakah tipe persalinan yang akan dilaksanakan, normal atau SC? Jika SC apa penyebabnya?
  2. Tipe bius apa yang akan diterima? Apa saja pilihan pengurang rasa sakit?
  3. Utarakan suasana melahirkan yang diinginkan, misalnya didampingi oleh suami atau keluarga lainnya serta posisi melahirkan yang nyaman dan aman
  4. Diskusikan tentang penundaan pemotongan tali pusat, pelaksanaan IMD, pemberian vit K dan salep mata profilaksis, imunisasi hepatitis B (dalam 12 jam kelahiran) dan BCG serta polio sebelum pulang, rawat gabung bayi dan ibu, ASI eksklusif (tanpa asupan lain), tidak diberi empeng/dot, dan dibantu dalam pelaksanaan menyusui.
  5. Pemeriksaan bilirubin dilakukan jika bayi kuning pada usia 24 jam pertama, bayi sangat kuning, kecurigaan hemolisis, dan bayi diduga sepsis
  6. Pemeriksaan lain pada bayi meliputi tes pendengaran OAE, tes glukosa, tes TSH, tes G6PD, dan pengukuran penimbangan.
  7. Tim medis diharuskan menjelaskan rencana serta tidakan yang dilakukan dan melalui persetujuan keluarga bayi

Pentingnya pengetahuan tentang ASI dapat mengurangi angka kematian pada bayi dan mendukung kesehatan bayi yang berkelanjutan hingga ia besar nanti. Jadi, ayo dukung ASI ekslusif pada bayi!

Sumber: Monika, FB. 2014. Buku Pintar ASI dan Menyusui. Jakarta: Penerbit Noura Books

Trimester 3: Yuk Ikut Senam Hamil !

Memasuki trimester ketiga, kebanyakan ibu hamil mengalami banyak keluhan. Mulai dari kaki dan tangan bengkak, bangun dari tempat tidur susah, beban bayi semakin bertambah, gerakan bayi semakin aktif, ruang gerak yang semakin terbatas, betis kram, dan lain sebagainya. Tentunya hal tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi pada ibu hamil dan termasuk wajar dalam skala tertentu.

Pada trimester ketiga ini, ibu hamil diharuskan untuk meningkatkan intensitas kontrol kehamilannya dengan dokter/bidan menjadi dua minggu sekali (pada trimester 2 sebulan sekali), dengan begitu dokter dapat memantau perkembangan bayi dengan baik dan mencegah terjadinya kelainan-kelainan. Pada trimester ketiga ini juga ibu disarankan untuk memperbanyak jalan kaki atau mengikuti senam hamil. Bukan hanya untuk ibu dengan posisi bayi sungsang atau tengadah, namun juga untuk ibu yang bayinya sudah berada di posisi benar/jalan lahir.

Saya termasuk ibu hamil dengan bayi posisi sungsang. Sejak memasuki kandungan 28 minggu, terlihat dari hasil USG (ultrasonografi) bahwa kepala bayi masih berada di perut ibu bagian atas dan bokong yang berada di perut bagian bawah. Dokter langsung menyarankan agar melakukan gerakan-gerakan senam hamil yang dapat membantu bayi mengubah posisinya. Dengan posisi yang benar, ibu akan dengan mudah melakukan proses kelahiran normal. Apalagi di kehamilan pertama sangat disarankan sebisa mungkin untuk melahirkan normal.

Ikuti kelas senam sekali dua kali, selanjutnya lakukan sendiri

Atas saran dokter, saya pun mengikuti kelas senam hamil yang biasanya diadakan di rumah sakit atau klinik bersalin. Dalam kelas tersebut terhampar matras-matras senam beserta bantal yang berbaris. Sebelum memulai senam hamil, bumil (ibu hamil) akan diperiksa oleh bidan mulai dari tekanan darah, berat badan, dan detak jantung bayi. Selain itu, bidan juga akan menanyakan tentang keluhan-keluhan yang sedang kita alami.

Menguatkan Otot Pangkal Paha

senam3

source: tokopedia.com

Kelas dimulai dengan berdoa dan memberikan semangat agar bumil bisa melahirkan dengan proses normal. Lalu gerakan yang pertama diajarkan adalah duduk bersila tanpa kedua betis kaki menempel. Kalau memungkinkan, duduk bersila dengan kedua telapak kaki bertemu dan kedua tangan diletakan di atas lutut. Lakukan gerakan menekan pada lutut sehingga akan bokong sedikit terangkat (tidak harus terangkat). Gerakan ini untuk memperkuat otot pangkal paha karena saat melahirkan nanti, ibu akan diminta untuk membuka pahanya lebar-lebar. Ada pula gerakan yang dilakukan untuk memperkuat otot pangkal paha yaitu dengan berbaring, kaki kanan ditekuk dan kaki kiri lurus. Kaki kanan bertumpu pada jempol kaki lalu dekatkan paha kanan dengan paha kiri. Buka paha kanan hingga menyentuh lantai.

Relaksasi

Gerakan selanjutnya adalah berelaksasi. Relaksasi dapat dilakukan pada posisi duduk bersila seperti tadi atau berbaring dengan memiringkan tubuh ke arah kiri. Caranya seperti bernapas biasa, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, buang napas terlebih dahulu, lalu tarik napas panjang, lalu buang perlahan. Kenapa harus buang napas terlebih dahulu? Agar napas yang kita hirup kapasitasnya lebih banyak dibanding langsung mengambil napas panjang. Lakukan pernapasan relaksasi ini ketika perut ibu berkontraksi ringan, gerak bayi yang aktif, atau ibu merasa lelah.

Keluhan Kaki Tangan Bengkak

senam2

source: panduancaracepathamil.wordpress.com

Jika bumil mempunyai keluhan kaki dan tangannya bengkak, maka dapat melakukan gerakan ini. Bumil dalam posisi duduk dengan kedua kaki diluruskan dan dirapatkan ke depan. Proses gerakannya adalah sejajarkan ibu jari kaki dengan betis lalu kembali ke posisi semula (ibu jari tegak lurus dengan betis). Kemudian rapatkan kedua telapak kaki (dengan posisi kaki tetap lurus), lalu lakukan gerakan memutar (telapak kaki kanan memutar ke kanan, dan telapak kaki kiri memutar ke kiri), dan kembali ke posisi semula.

Untuk keluhan tangan bengkak, bisa melakukan gerakan membuka (jari-jari terbuka) dan mengepal tangan dengan menggunakan tenaga. Sehingga ketika tangan dibuka, permukaan telapak tangan akan terasa kencang.

Posisi Bayi Sungsang dan Tengadah

OpenKneeBreech

Ada juga gerakan yang sering diajarkan untuk bumil dengan keluhan bayi sungsang yaitu knee-chest position. Gerakan ini menyerupai gerakan sujud ketika shalat, hanya saja posisi dada menempel pada lantai dan kepala menengok ke kanan atau ke kiri sesuai dengan kenyamanan. Gerakan ini cukup nyaman untuk dilakukan, bahkan jika saya mencobanya tak jarang sampai tertidur. Tetaplah pada posisi tersebut selama 10-15 menit. Dan lakukan sesering mungkin minimal 3 kali sehari.

senam4

source: http://www.greenvillemidwiferycare.com/

Pada beberapa kasus, ada yang kepala bayinya dalam posisi tengadah. Kepala bayi seharusnya menghadap ke punggung ibu, tetapi bayi tengadah menghadap ke perut ibu. Menurut penjelasan bidan, jika bayi dengan posisi tengadah maka akan lebih sulit untuk lahir dibandingkan dengan posisi normal. Ada gerakan yang dapat dilakukan yaitu gerakan seperti merangkak. Langkah pertama, perut dikempiskan, kepala bumil melihat perut (sehingga punggung terlihat melengkung dari samping), lalu kempitkan bokong (seperti sedang menahan buang air) sehingga punggung bumil terlihat lebih melengkung. Tahan beberapa saat, lalu lepaskan kempitan bokong, kepala menghadap ke depan, dan lepaskan perut ke normal.

Masih banyak variasi gerakan-gerakan senam hamil untuk mengurangi keluhan-keluhan yang di alami oleh bumil, bisa dicari di youtube atau googling artikel-artikel mengenai senam hamil. Sebagai calon ibu baru, sangat penting untuk mencari informasi seputar kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Dengan mengikuti kelas senam hamil, kita akan mendapatkan informasi lebih dari sekedar googling karena banyak peserta senam yang mengalami keluhan serupa dan bisa bertanya langsung kepada bidan/ahlinya tentang keluhan yang dialami. Mengikuti kelas senam hamil pun akan membuat kita lebih semangat untuk melahirkan normal, karena tidak ada yang lebih baik selain bisa melahirkan normal. Untuk informasi tarif mengikuti kelas senam hamil selama satu jam di RSU Hermina Bogor adalah sebesar 15 ribu rupiah. Cukup terjangkau kan?. Jangan lupa, praktek sesungguhnya adalah dilakukan sesering mungkin di rumah. Ada juga kelas tambahan untuk bumil dengan kehamilan diatas 36 minggu, yaitu akan diajarkan cara mengejan yang benar yang dipandu langsung oleh bidan. Kalau yang ini, jangan dicoba sendiri di rumah, harus dibimbing oleh ahlinya.

Puasa Ketika Hamil, Amankah?

bumil-puasa_20150617_103131(ilustrasi: tribunnews.com)

“Dok, boleh ngga kalau saya puasa?”

Pertanyaan itu sebenarnya sudah terngiang-ngiang di kepala saya sejak beberapa minggu yang lalu. Sejak kontrol kehamilan terakhir, saya memang belum mau menanyakan pertanyaan ini karena saya masih merasa kurang kuat untuk menjalankan puasa. Hal ini tentu saja disebabkan oleh rasa mual yang saya alami di trimester pertama kehamilan.

Agak ragu memang untuk berniat menjalankan puasa karena dalam kondisi tidak puasa saja rasanya perut cepat lapar. Bawaannya ingin ngemil. Gimana bisa massa tubuh ini tidak bertambah? Bobot tubuh saya pada awal kehamilan (mulai sensitif dengan berat badan) sekitar 54 kg. Kata orang, berat badan saya ini masih tergolong normal dengan tinggi badan saya. Seiring berjalannya waktu kehamilan berat badan saya pun meningkat hingga pada minggu ke-24 ini sudah naik 7 kilogram! Padahal bayi dalam kandungan diperkirakan massa tubuhnya sekitar 600 gram (kurang dari sepersepuluh dari kenaikan berat). Dengan mengetahui berat badan yang kian meningkat, bukan berarti saya mengurangi asupan makanan yang biasa saya konsumsi. Hanya saja saya mulai memilih-milih makanan yang tidak terlalu banyak gulanya.

Kenapa saya berkeinginan untuk berpuasa di masa kehamilan saya? Padahal, tidak berpuasa juga tidak apa-apa kan? Toh ini kan bukan bulan Ramadhan yang mewajibkan umat muslim untuk menunaikan ibadah puasa. Alasan yang pertama adalah saya masih punya tunggakan puasa di bulan Ramadhan tahun lalu. Sempat menggantinya sebagian, namun sebagian lagi belum terpenuhi. Karena sudah menjadi kewajiban saya mengganti puasa, maka akan menjadi beban jika tidak disegerakan. Alasan kedua adalah untuk melatih saya berpuasa wajib di bulan Ramadhan yang akan datang.  Bulan Ramadhan ini (insya Allah) jatuh di awal bulan Juni dan berakhir di awal bulan Juli dan diperkirakan pada saat itu saya sedang hamil tua memasuki umur 8 bulan. Tentunya ada beban tersendiri bagi saya yang belum pernah menjalankan puasa di masa kehamilan. Jika saya membiasakan diri di trimester kedua ini untuk menjalankan puasa sunnah senin-kamis, insya Allah di bulan Ramadhan nanti saya sudah terbiasa. Alasan yang ketiga adalah untuk membiasakan kebiasaan baik kepada buah hati saya yang diajarkan sejak masih dalam kandungan. Insya Allah akan memberikan manfaat kebaikan tersendiri.

Kembali lagi ke pertanyaan yang saya ajukan kepada ibu dokter Farah Dina. Dengan gayanya yang murah senyum, bu dokter pun langsung menjawab tanpa basa-basi. Bu dokter membolehkan saya berpuasa senin-kamis di masa kehamilan saya sekarang ini karena sedang berada di masa kehamilan yang aman. Adapun masa kehamilan yang sekiranya diperbolehkan untuk menjalankan puasa adalah sekitar 4-7 bulan atau sekitar trimester kedua. Kondisi kehamilan di trimester pertama dan ketiga tidak dianjurkan berpuasa karena pada trimester pertama si bayi memerlukan nutrisi yang cukup dan kondisi kehamilan yang masih belum kuat. Si ibu pun masih mengalami morning sick, dimana asupan nutrisi sangat dibutuhnya. Sedangkan pada trimester ketiga ditakutkan tubuh si ibu tidak kuat/fit saat proses melahirkan karena nutrisi yang kurang. Namun, bu dokter menambahkan banyak ibu hamil yang tetap melaksanakan puasa di trimester 3, dan dalam kondisi baik-baik saja. Dalam hal ini yang harus diingat adalah kondisi kehamilan setiap orang berbeda-beda, jadi tetap harus konsultasi pada bidan/dokter masing-masing.

Alhamdulillah saya sudah menjalankan puasa sunnah walaupun baru dua kali dan keduanya full sampai adzan maghrib berkumandang. Dalam menjalankan puasa, saya pun tidak memaksakan diri. Dengan niat sepenuh hati, namun jika saya tidak kuat maka saya akan membatalkan puasa saya tersebut.  Saya juga mengajak bicara si bayi, kalau hari ini saya akan berpuasa dan menguatkan si bayi agar kuat hingga waktunya berbuka puasa. Alhamdulillah, selama saya menjalankan puasa saya tidak merasa lapar dan lemas. Padahal di hari-hari yang lain, saya selalu merasa lapar meskipun belum masuk jam makan. Semoga puasa sunnahnya bisa dilanjutkan, Aamiin.

Dalam Islam, ibu hamil dan ibu menyusui diberi keringanan dalam menjalankan puasa yaitu boleh tidak puasa atau membatalkan puasa dan menggantinya dengan puasa di bulan-bulan lain baik disertai dengan fidyah maupun tidak. Tentu saja dengan alasan si ibu merasa tidak mampu menjalankannya, atau demi kesehatan dan keselamatan janin. Dikutip dari bidanku.com ada beberapa kasus dimana si ibu tidak diperkenankan untuk menjalankan puasa yaitu, menderita kencing manis/diabetes, hipertensi, pendarahan, dehidrasi, gangguan pencernaan, dan gangguan lainnya yang dapat memperburuk kondisi ibu hamil.

Ada beberapa tips untuk ibu hamil yang merasa kondisi badannya fit dan mampu menjalankan puasa. Ketika sahur diperbanyak minum air putih, minum susu ibu hamil, makan buah-buahan, dan makanan yang bernutrisi. Ketika berbuka dianjurkan dengan yang manis (dengan batasan tentunya) untuk meningkatkan gula darah, tidak langsung makan berat (bertahap), dan tetap dengan makanan yang bernutrisi (sumber kutipan). Komposisi makanan seimbang adalah 50% karbohidrat (nasi, gandum, singkong, dll), 30% protein (daging ayam, daging sapi, tahu, tempe, dll) dan 10-20% lemak (minyak, kacang-kacangan, dll) dan sayur-sayuran (sumber kutipan). Semoga bermanfaat…


Update:

Setelah mencoba puasa selama bulan Ramadhan full, dengan niat penuh untuk menunaikan kewajiban, ada manfaat lain yang saya dapatkan ketika menjalani puasa wajib di kehamilan bulan ke 8. Ketika kondisi bayi sedang naik berat badannya secara pesat, justru bobot badan saya tidak naik sama sekali selama sebulan. Sempat ada kekhawatiran jika berat badan bayi juga tidak naik. Ternyata, berat badan bayi cenderung naik (dengan bobot normal sesuai dengan umur kehamilan) dan alhamdulillah dalam kondisi sehat. Yang terpenting adalah ibu tetap mengatur pola makan dengan makanan yang sehat dan tidak mengurangi asupan makanan seperti sebelum puasa. Jangan lupa selalu diminum vitaminnya dan juga susu kehamilannya.

Trimester 2: Saya Mengalami Pregnancy Blues

When-were-pregnant-we-regress-childlike-behavior-too.jpg

ilustrasi gambar: popsugar.com

Akhirnya sudah masuk trimester dua, selamat ya dek. Karena perut yang memang sudah buncit sebelum hamil, kadang saya masih tidak percaya ada segumpal daging yang bernyawa dalam perut saya. Hal ini membuat perasaan aneh antara bahagia dan misterius karena saya merasakan kebahagiaan tanpa pernah melihat, menyentuh, mendengar secara langsung sosok bayi mungil ini. Aneh juga ketika saya mulai berbicara sendiri sambil mengelus-ngelus perut…

Masuk ke trimester ke dua ini membuat saya sedikit bernapas nega, karena di trimester sebelumnya saya merasakan yang namanya morning sickness, atau mungkin bisa dibilang whole day sickness karena tidak mengenal waktu. Penyebab morning sickness ini bisa bermacam-macam terutama karena perubahan hormon progesteron yang dialami ibu hamil. Perasaan mual ini sering datang pada saat-saat tertentu. Yang pertama adalah pada pagi hari, mungkin disebabkan oleh kondisi lambung yang masih kosong dan asam lambung tinggi. Sering saya merasakan mual dan ingin muntah ketika kondisi perut kosong atau belum di isi makanan. Yang kedua adalah pada jam 10-12 siang ketika menunggu makan siang. Alasannya sama yaitu karena perasaan lapar tersebut.

Yang ketiga adalah ketika memasuki rumah. Ini sebenarnya agak aneh karena setiap pulang kerja, tepat di depan rumah saya mulai merasakan mual, lalu cepat-cepat membuka daun pintu dan berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perut yang tadi siang sudah diisi oleh makanan. Itu berulang terus menurus paling tidak selama sebulan lamanya. Kondisi mual yang terakhir adalah ketika mencium aroma makanan tajam seperti nasi goreng, pecel lele (karena aroma minyak gorengnya), aroma msg (monosodium glutamat, biasanya ada di makanan seperti bakso), bau tumisan, dan lain sebagainya. Kondisi ini juga dialami oleh sebagian bumil lainnya.

Dari kondisi tersebut, saya perlu menyiasati kondisi yang tidak nyaman ini. Beberapa trik yang saya lakukan cukup berhasil untuk mengurangi mual. Yang pertama adalah selalu sedia cemilan di dalam tas, karena kalau perut sudah mulai lapar sedikit, senjata langsung dikeluarkan yaitu cemilan. Pemilihan cemilan sesuai dengan selera saya, karena ada beberapa cemilan yang tidak saya suka dan kalau dipaksakan malah menimbulkan rasa mual lagi. Tetap saja hidari cemilan yang kurang baik dan berbahaya bagi bayi, lebih baik cemilan berupa buah-buahan atau bisa juga biscuit, wafer, cookies, dll. Waktu memakannya juga disesuaikan dengan waktu rawan mual, misalnya sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari, sediakan sedikit cemilan untuk mengisi perut.

Pregnancy blues…
Di trimester kedua ini, saya sering tiba-tiba merasa blues, perasaan depresi, galau, sedih, dan ingin menangis. Perasaan ini timbul karena tiba-tiba saya dipikiran saya terlintas tentang pemikiran-pemikiran yang membuat saya sedih. Misalkan, tiba-tiba saja saya memikirkan bagaimana nanti jika bayi saya ketika sudah lahir menangis tengah malam? Bagaimana jika saya tidak bisa meredakan tangisannya? Bagaimana jika tidak ada dukungan dari suami dan orang-orang terdekat? Dan tak tahu kenapa semua pertanyaan itu membuat saya sedih.

Kondisi ini mirip dengan sindrom yang banyak orang kenal yaitu baby blues. Seperti yang diketahui, baby blues merupakan sindrom yang dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan bukan pada ibu hamil dan biasanya terjadi hingga 2 minggu setelah melahirkan. Jika kondisi diperparah dengan terus terjadi hingga lebih dari 2 minggu, maka ibu tersebut mengalami post partum depression (PPD) dan bisa memberikan dampak negatif yang berlanjut kepada ibu dan bayinya.

Jika dikutip dari http://www.babycenter.in/ depresi yang terjadi selama kehamilan itu bisa terjadi pada 10% lebih ibu hamil. Penyebabnya bisa karena depresi masa lalu, stress, kesepian, masalah kesuburan di masa lalu, masalah kehamilan yang sedang dialami (seperti morning sickness), dan penyiksaan yang pernah dialami.

Apa pun jenis depresi yang saya alami tersebut, saya harus sadar bahwa itu tidak baik bagi kesehatan lahir dan batin saya maupun bayi yang sedang dikandung. Oleh karena itu, saya mulai mencari-cari kegiatan yang dapat (setidaknya) membuat saya merasa happy. Berikut adalah pengalaman saya yang cukup ampuh untuk mengurangi depresi yang saya alami.

1. Memasak dan mencari menu baru. Di trimester pertama, saya hampir tidak pernah menyentuh kompor untuk memasak karena rasa mual yang saya alami jika mencium bau-bau masakan. Mulai masuk ke trimester kedua, saya mulai mau memasak walaupun masih ada bahan makanan tertentu yang membuat saya agak mual. Kegitan masak-memasak ini membuat mood saya kembali normal, apalagi tadi siang saya melihat video masak terbaru yang kelihatannya mudah dan enak untuk dicoba. Hmmm…

2. Mengobrol dengan kawan lama. Depresi yang saya alami biasanya muncul ketika saya mulai terdiam, ketika tidak ada yang saya kerjakan. Disanalah pemikiran-pemikan aneh yang membuat saya depresi muncul. Pada suatu saat ketika saya berbincang-bincang dengan kawan lama (tak sengaja bertemu dan akhirnya ngobrol panjang) saya justru lupa dengan depresi yang saya alami. Hati saya juga menjadi happy. Pada hari lain ketika depresi mulai memasuki pikiran saya lagi, saya coba mengirimkan pesan singkat ke kawan lama yang jarang saya sapa. Ternyata ampuh untuk menghilangkan depresi walau tak menjamin depresi itu akan datang lagi.

3. Membuat buku diary. Kadang kita tidak tahu kemana akan mencurahkan hati ketika depresi. Depresi itu sering datang ketika kita tidak sedang bersama suami. Akhirnya saya mencoba untuk menuliskan keluahan-keluahan yang saya alami di buku diary. Buku diary yang saya tulis pun saya berikan sedikit sentuhan warna-warna dan gambar-gambar menggunakan pensil warna agar mengembalikan mood happy.

4. Menonton film. Menonton film terbaru maupun yang sudah lawas menjadi salah satu kegiatan saya untuk menghilangkan depresi yang saya alami. Kemarin suami mengajak saya nonton film terbaru seperti kungfu panda dan superman vs batman.

5. Jalan-jalan bersama keluarga. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain bisa berkumpul bersama keluarga. Dengan duduk bersama orang-orang tercinta, dukungan pun mengalir tiada hentinya. Mereka akan membantu menguatkan kita dari depresi ketika hamil. Apalagi jika mengajak mereka sambil jalan-jalan, kebetulan ada libur panjang. Aahh… tidak ada yang saya ucapkan selain syukur karena memiliki keluarga yang menyenangkan

6. Berenang sepertinya oke. Karena kehamilan saya sudah memasuki 5 bulan maka saya sudah diperbolehkan beraktifitas olahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, senam ibu hamil dan lain sebagainya. Saya senang sekali berenang. Walaupun belum dicoba, tapi pasti menyenangkan.

7. Yang satu ini adalah kegiatan yang sangat ampuh untuk menghilangkan depresi saya yaitu shalat. Selain menjalankan kewajiban shalat 5 waktu, saya juga menambah intensitas shalat sunnahnya. Selain itu, membaca kitab suci Al-Quran juga membuat mood normal kembali. Tentu saja dengan menyucikan diri dengan berwudhu, memfokuskan niat shalat hanya karna Allah SWT, memanjatkan doa-doa, bersyukur, memohon ampun, dan meminta petunjuk akan membuat hati kita lebih tenang dan insya Allah memberikan manfaat yang luar biasa bagi ibu dan bayinya. Aamiin

Sekarang, saya sudah setengah perjalanan menuju dunia baru menjadi ibu. Tentunya masa-masa kehamilan ini saya manfaatkan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat. Masa kehamilan ini juga saya manfaatkan untuk mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta karena atas karunianya bayi ini dapat tumbuh dengan sehat. Dan tak lupa untuk selalu happy… Semoga pengalaman ini bermafaat…